POJOKSATU.ID - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi menunjukkan respons tanggap dengan cepat meluncurkan.
Layanan Mobile Klinik pada tanggal 31 Oktober 2025 untuk menyisir permukiman warga terdampak banjir dan longsor di Kecamatan Cisoolok, Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata upaya edugov di sektor kesehatan dan kebencanaan.
Baca Juga: Selamat... Kabupaten Sukabumi Raih Penghargaan BRIDA/BAPPERIDA Optimal 2025 dari BRIN
Memastikan masyarakat yang rentan mendapatkan pertolongan medis segera setelah bencana.
Pelaksanaan Mobile Klinik ini tidak berjalan sendiri, melainkan.
Merupakan hasil kolaborasi strategis dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi dan Dokpol Polres Sukabumi.
Baca Juga: Innalilahi, Pelajar SMA 1 Cisaat Meninggal Usai Ikuti Seleksi Paskibra Tingkat Kabupaten Sukabumi
Sinergi antara organisasi kemanusiaan, instansi kesehatan pemerintah, dan kepolisian ini memperkuat efektivitas layanan.
Memastikan jangkauan yang luas dan penanganan yang cepat di lokasi bencana.
Upaya ini difokuskan untuk mencegah timbulnya masalah kesehatan sekunder pascabanjir.
Dominasi Keluhan ISPA dan Penyakit Kulit
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim medis di Mobile Klinik, keluhan kesehatan yang paling banyak dialami oleh warga.
Adalah penyakit yang umum muncul pascabanjir, keluhan tersebut meliputi ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), Demam, Magh (gangguan pencernaan).
Pegal-pegal, dan gatal-gatal. Selain itu, banyak warga, terutama anak-anak, juga mengalami luka lecet dan luka di bagian kaki akibat terpapar puing dan air kotor.
Kondisi lingkungan yang masih lembap dan sanitasi yang terganggu pascabanjir sangat memicu penyebaran penyakit berbasis air dan udara.
Keluhan ISPA dan gatal-gatal, khususnya, menjadi indikator risiko tinggi yang harus segera ditangani agar tidak berkembang menjadi wabah yang lebih serius.
Upaya pengobatan yang diberikan tim medis bertujuan meredakan gejala dan mencegah infeksi lebih lanjut.
Penyuluhan Kebersihan sebagai Upaya Preventif
Selain memberikan pengobatan kuratif, tim medis Mobile Klinik juga menjalankan peran edukatif yang sangat penting.
Baca Juga: Sejumlah Caleg DPRD Kabupaten Sukabumi Partai Gelora Ditetapkan KPU, Baca Disini!
Petugas medis secara aktif memberikan penyuluhan mengenai kebersihan diri dan kebersihan lingkungan kepada warga penyintas.
Penyuluhan ini merupakan langkah preventif yang krusial untuk memutus mata rantai penularan penyakit kulit dan infeksi pascabanjir.
Warga diajarkan mengenai pentingnya mencuci tangan, penggunaan alas kaki, dan cara membersihkan rumah dari sisa lumpur dan kotoran.
Baca Juga: Wajib Baca! Daftar Nama Caleg DPRD Kabupaten Sukabumi Partai Buruh
Upaya edukasi ini sejalan dengan prinsip edugov bencana, di mana pemerintah daerah dan mitra kerjanya tidak hanya mengobati.
Tetapi juga meningkatkan kesadaran warga dalam mitigasi risiko kesehatan mandiri.
Keterpaduan antara pengobatan, penyuluhan, dan kolaborasi multi-pihak memastikan pemulihan kesehatan warga pascabencana berjalan optimal.***




