BEKASI, POJOKSATU.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi kembali membuat terobosan dalam memacu pembangunan daerah. Lewat gelaran Bekasi Investment Gathering (BIG) 2026, Pemkot Bekasi sukses menggaet komitmen dukungan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) dari sektor swasta hingga mencapai angka fantastis Rp 1,7 miliar.

​Acara tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono. Menariknya, Tri Adhianto tidak sekadar membuka acara, melainkan turun langsung memandu proses lelang atau pemilihan paket TJSL/CSR bersama Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bekasi, Priadi Santoso.

​Kunci utama dari kolaborasi besar ini terletak pada peluncuran dan implementasi platform digital anyar bernama SI-BALAI KEREN. Sistem ini dirancang agar dana CSR perusahaan tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan lebih terarah, transparan, dan tepat sasaran sesuai kebutuhan riil warga Bekasi.

​Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, menegaskan pentingnya transparansi dan kepastian arah dalam pengelolaan dana CSR di wilayahnya.

​"Melalui platform SI-BALAI KEREN ini, kita ingin memastikan seluruh program TJSL atau CSR perusahaan berjalan lebih terarah, transparan, dan terintegrasi. Kita pertemukan langsung apa yang menjadi kebutuhan warga dengan komitmen dari dunia usaha. Jadi, manfaatnya nyata dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Bekasi," ujar Tri Adhianto di lokasi acara, Selasa (20/10/2026).

​Tri menambahkan, keterlibatan langsung pimpinan daerah dalam proses lelang paket CSR ini merupakan bentuk komitmen untuk mengawal akuntabilitas anggaran swasta agar selaras dengan agenda pembangunan prioritas Pemkot Bekasi.

​Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kota Bekasi, Priadi Santoso, menjelaskan bahwa SI-BALAI KEREN tidak hanya berfungsi sebagai wadah pengumpulan komitmen di awal, tetapi juga mengawal proses hingga tuntas di lapangan.

​"SI-BALAI KEREN ini hadir sebagai penghubung. Fasilitasi CSR tidak boleh berhenti saat komitmen disepakati. Lewat platform ini, kita kawal dari penetapan penerima manfaat, penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB), pelaksanaan di lapangan, serah terima, sampai ke tahap monitoring dan evaluasi," kata Priadi.

​Ia membeberkan, selain mengelola CSR, SI-BALAI KEREN juga mengintegrasikan informasi peta potensi investasi, kemitraan dunia usaha, hingga layanan publik Jemput Warga.

​Melalui mekanisme lelang paket senilai Rp 1,7 miliar tersebut, Pemkot Bekasi memastikan setiap program swasta berjalan sesuai kesepakatan dan ketentuan hukum yang berlaku. Ke depan, keberhasilan pembangunan di Kota Bekasi tidak hanya diukur dari besarnya nominal dana yang terkumpul, melainkan dari ketepatan sasaran dan dampak langsung bagi peningkatan taraf hidup masyarakat.***