POJOKSATU.ID- Keberhasilan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam menekan stunting terlihat sejak periode kedua kepemimpinannya.
Ganjar Pranowo sukses mencatat penurunan stunting hingga mendapat penghargaan Satyalencana Wira Karya dari pemerintah pusat.
Berdasarkan perhitungan elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (ePPGBM), stunting di Jawa Tengah tahun 2018 yakni 24,4 persen dan turun di 2019 menjadi 18,3 persen.
Baca Juga: Selain Alshad Ahmad, 7 Publik Figur dan Seleb Tanah Air ini Juga Punya Peliharaan Satwa Liar
Lalu tahun 2020 turun lagi 14,5 persen, 2021 menjadi 12,8 persen hingga pada tahun 2022 berada di angka 11,9 persen.
Penurunan angka stunting itu membuktikan komitmen dan keseriusan Pemprov Jawa Tengah, beserta jajaran pemkab dan pemkot 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah, serta forkopimda.
"Gerakannya sudah bagus ya. Kalau dari angka ePPGBM kita sebenarnya sudah sampai 11 persen, tapi dari SSGI masih 20 persen jadi sebenarnya tidak ada yang berbeda," ujar Ganjar Pranowo usai menghadiri PORSENI Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Tengah di GOR Tri Sanja, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Rabu (26/7/2023).
Baca Juga: Silaturahmi Pemuda, UMKM Sahabat Sandi Uno Bagikan BPJS TK Non Karyawan dan PIP SMK di Bekasi
Keberhasilan Ganjar Pranowo dalam menekan stunting tak lepas dari keberhasilan program yang digagasnya. Seperti Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5Ng), Jo Kawin Bocah, One Student One Client hingga terbaru Ganjar meluncurkan beras fortifikasi sebagai penambah gizi untuk ibu hamil.
Ganjar Pranowo juga mengatakan, penurunan stunting juga buah hasil dari kinerja penyuluh, kader kesehatan dan dokter posyandu yang satu visi dan misi dengan Pemprov Jawa Tengah untuk menurunkan stunting.
"Saya optimis, karena mereka sudah mulai menemukan formulanya, datanya sudah bertemu, hanya butuh telaten saja," kata Ganjar Pranowo.
Baca Juga: The Daddies Bungkam Duo Korea, Lolos 8 Besar Japan Open 2023
Orang nomor satu di Jawa Tengah itu meyakini, kerja keroyokan yang terus dilakukan Pemprov Jawa Tengah dan jajarannya dalam menekan angka stunting akan berkelanjutan.
Oleh sebab itu, lanjut Ganjar Pranowo, target pemerintah untuk menurunkan stunting di angka 14 persen di tahun 2024 bisa tercapai.
"Gerakan ini tidak boleh berhenti dari teman-teman bupati, kita, dibantu dari BKKBN itu coba kita masifkan sehingga saya optimis," ucap Ganjar.
Baca Juga: Penyanyi Legendaris Sinead O'Connor Meninggal Dunia, Selama Ini Berjuang Melawan Mental Illness
Saat pelaksanaan PORSENI, Ganjar Pranowo juga turut melantik ayah asuh dan bunda asuh dari 35 DPC Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana Indonesia (IPeKB Indonesia) se-Jawa Tengah.
Mereka menyatakan deklarasi untuk membantu percepatan penurunan stunting dengan program 2 Telur untuk Masyarakat, kepada 1.369 keluarga selama 6 bulan.
"Tidak usah berkecil hati karena teman-teman kerjanya luar biasa, termasuk para IPeKB ini juga membantu dan sudah siap," tutur Ganjar Pranowo ***



