POJOKSATU.id, JAKARTA-- Forum Intelektual Muda (FIM) dan Komponen Tabi-Saireri meminta Penjabat (Pj) Gubernur Papua Ridwan Rumasukun memiliki keberaniaan membersihkan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) di wilayah Papua.

Ketua FIM dan Komponen Tabi–Saireri, Yulianus Dwaa mengatakan, bahwa seluruh masyarakat Papua mendukung Ridwan Rumasukun dalam melakukan bersih-bersih praktik KKN.

“Kami meminta Pak Ridwan Rumasukun selaku Penjabat Gubernur Papua memiliki keberanian untuk bersih-bersih korupsi di Papua, kami siap mendukung dan mengawal bapak," kata Yulianus dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/9/2023).

Baca Juga: Peretasan Akun Youtube DPR Bertepatan KTT Asean, Roy Suryo Sampai Muncul dan Terheran-heran

Dia optimistis Ridwan Rumasukun akan mampu melakukan perbaikan di Papua dalam waktu enam bulan ke depan.

Yulianus juga menyatakan siap mengawal segala kebijakan dan program yang bakal dilakukan oleh Ridwan Rumasukun dalam menjalankan roda pemerintahannya.

"Kami yakin 6 bulan ke depan bisa melakukan perbaikan. Namun, ketika itu, tidak bisa dilakukan (perbaikan), maka kami akan melakukan evaluasi,” tegas Yulianus.

Kemudian, dia juga menyatakan siap mengawal dan mendukung dan berkontribusi bersama Pj Gubernur Papua menyukseskan agenda-agenda daerah seperti Pemilihan MRP, Pemilihan 14 Kursi DPRP Jalur Kursi Adat, dan pemilihan kepala daerah Gubernur dan Wakil Gubernur pada Pilpda serentak 2024.

Baca Juga: Kadishub Kota Bandung Ternyata Perintahkan Anak Buahnya Setoran Rp 347 Juta

Pada kesempatan itu, Yulianus juga menyerukan kepada semua komponen untuk bersatu dan bersinergi memajukan Provinsi Papua di atas Negeri Tabi – Saireri.

Dia berterima kasih kepada pihak pemerintah pusat yang telah memberikan kepercayaan kepada Ridwan Rumasukun salah satu nama usulan dalam Berita Acara Komponen Tabi – Saireri kepada DPR Papua, Kemandagri, Kemenko Polhukam dan Setwapres.

Yulianus juga mendorong Pj Gubernur Papua sebelum bekerja dan menjalankan pemerintahan agar terlebih dahulu menyelesaikan apa yang menjadi hak Para Ondoafi, Kepala Suku.

"Kami meminta Penjabat Gubernur untuk melibatkan unsur adat dalam menyikapi persoalan mulai dari provinsi hingga ke kabupaten/Kota di Wilayah Tabi dan Saireri,” ujar Yulianus.

Dalam konferensi pers itu, Yulianus turut didampingi tokoh Pemuda Tabi - Saireri, Fredi Watori dan Ketua Komunitas Papua Jakarta (Kompaja) Yan Piet Sada.***