POJOKSATU.ID - Dalam laporan netizen di media sosial, seorang emak-emak memperlihatkan menu MBG di salah satu TK di Kecamatan Cikalongkulon, Cianjur, pada hari Selasa, 30 September 2025.

Lauk untuk menu MBG yang dibagikan untuk murid TK di Cianjur hari itu berupa ikan teri yang dimasak dengan kacang goreng.

Selain itu, menu MBG lainnya ada juga nasi putih yang sudah ditaburi bawang goreng, tempe oreg, beberapa potong timun dan selada, serta buah pisang berwarna hijau.

Baca Juga: Bupati Aep Pastikan Pengawasan Ketat Program Makan Bergizi Gratis di Karawang

Dalam video tersebut, terdengar juga seorang emak-emak yang berkomentar dengan nada humor agar menu MBG tersebut juga seharusnya dilengkapi dengan tumis kangkung dan sambal.

Menu MBG di TK yang berada di Cianjur menjadi perhatian, lantaran ikan teri yang tersaji dianggap tidak memenuhi gizi.

Pihak dapur penyedia atau SPPG juga belum memberikan terkait menu tersebut, apakah sudah memenuhi kecukupan gizi sesuai standar yang ditetapkan atau belum.

Baca Juga: Benteng Speelwijk: Dari Pertahanan VOC Jadi Primadona Wisata Sejarah

Meski begitu, menu MBG ini tetap dibagika kepada murid TK dengan didampingi oleh sejumlah guru dan orang tua.

Tampak murid TK tersebut kurang antusias menyantapnya, diduga karena ikan teri yang disajikan memiliki tekstur keras.

Menu ikan teri yang dicampur kacang goreng, bukan makanan baru bagi masyarakat Indonesia, karena selalu tersedia di warteg.

Baca Juga: Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie Dorong Organisasi Perangkat Daerah OPD Percepat Belanja Daerah

Masyarakat Indonesia kerap menilai ikan teri bukan makanan bergizi karena harganya murah dan yang sering mengkonsumsinya mereka yang menengah ke bawah.

Padahal, ikan teri termasuk makanan bergizi yang kaya akan berbagai nutrisi penting untuk tubuh.

Seperti protein, kalsium, vitamin D, dan omega-3 yang bermanfaat untuk tulang, otak, serta jantung.

Baca Juga: Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie Dorong Organisasi Perangkat Daerah OPD Percepat Belanja Daerah

Akan tetapi, harus diperhatikan cara pengolahannya, karena ikan teri asin yang diproses dengan digoreng memiliki kandungan garam tinggi, sehingga terdapat lemak tidak sehat.

Menggoreng ikan teri, bisa meningkatkan kandungan lemak jenuh, sehingga tidak disarankan untuk penderita kolesterol.

Penderitan asam urat dan hipertensi sebaiknya juga membatasi untuk mengkonsumsi ikan teri asin.

Baca Juga: Walikota Tangsel Benyamin Davnie: Hari Kesaktian Pancasila Ini Punya Makna Tersendiri

Ikan teri bisa cukup berbahaya bagi mereka yang alergi terhadap ikan, biasanya ditandai dengan gejala gatal-gatal hingga sesak napas.

Jadi, ikan teri mungkin bagus untuk tambahan gizi tapi bisa juga berbahaya untuk kesehatan, tergantung cara mengolahnya.***