POJOKSATU.id - Unik dan ekstrem, dua kata ini sepertinya cocok untuk menggambarkan jembatan yang satu ini. Bagi petualang yang menyukai wahana ekstrem, boleh mencoba untuk melewatinya.

Jembatan ini berada di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, dengan lebar yang hanya 1 meter saja, tanpa ada pagar pengamanan di samping kanan kirinya. Hanya kendaraan roda dua yang dapat melintasinya.

Letaknya pun menantang maut, jembatan ini berada di atas air terjun dengan ketinggian 80 meter dan kanan kirinya adalah jurang yang curam.

Baca Juga: Polresta Cirebon Raih Penghargaan Pemenang Lomba TPPO Dari Kapolri

Meskipun ekstrem, banyak orang yang sengaja datang ke sana untuk menjajal keberanian dan ketangkasannya dalam berkendara.

Jembatan itu diberi nama Simanjah atau Hatonduhan, terletak di Nagori Bayu Bagasan, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Kabupaten Simalungun menyebut desa dengan Nagori.

Jembatan ini, menjadi salah penghubung antar desa, yaitu Nagori Bayu Bagasan dengan Nagori Turunan. Pengunjung yang datang untuk menjajal jembatan itu disebut sebagai jembatan sirotol mustaqim.

Baca Juga: OPM Pecah, Jeffrey Bomanak Jawab Ancaman Dihabisi Jubir TNPB Bungkam Sebby Sambom, Ternyata Sudah 3 Tahun

Jembatan ini viral di sosial media. Terlihat dalam video itu penampakan jembatan sangat sempit, hanya bisa dilalui oleh sepeda motor dengan satu arah.

Jembatan ini berada di atas Air Terjun Kembar Katasa atau Air Terjun Katasa. Air terjun ini dijuluki sebagai air terjun kembar karena airnya memiliki dua aliran air terjun yang berasal dari dua aliran sungai yang berbeda yaitu Sungai Balah dan Sungai Turunan.

Jembatan di atas Air Terjun Katasa ini memiliki ketinggian 80 meter. Pemandangannya juga indah dan dikelilingi oleh hutan yang asri.

Baca Juga: Saluran Irigasi di Kedungjaya Karawang Dipenuhi Sampah

Panjang jembatan ini hanya 100 meter saja, tapi keberadaannya sangat membantu masyarakat di kedua desa. Jika tidak lewat Jembatan Simanjah, mereka harus memutar jalan melalui kecamatan Tanah Jawa dengan waktu tempuh 1 jam.

Masyarakat di daerah itu, sudah terbiasa melewati jembatan Simanjah untuk beraktivitas. Jembatan ini merupakan akses satu-satunya menuju desa dengan waktu yang cepat.

Namun, bagi yang pertama kali melewati jembatan tersebut, akan berpikir matang-matang menjajal jembatan ekstrim dengan pemandangan hutan yang kanan kiri langsung menghadap jurang.

Baca Juga: Bobby Nasution Minta ASN Pemko Medan Lebih Kreatif dan Inovatif

Jika ingin mencoba keberanian diri melewati jembatan tersebut, pengendara sepeda motor sebaiknya fokus dan menatap lurus ke depan, tidak melihat ke kanan dan kiri jembatan.

Pengalaman melewati jembatan ini menjadi momen menegangkan sekaligus asyik bagi pengendara, khususnya bagi pengendara yang suka dengan medan yang ekstrem.

Jembatan Simanjah sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Mulanya, jembatan ini bukan difungsikan untuk jembatan, melainkan rel kereta api muntik yang mengangkut hasil pertanian.

Baca Juga: OPM Pecah, Jeffrey Bomanak Jawab Ancaman Dihabisi Jubir TNPB Bungkam Sebby Sambom, Ternyata Sudah 3 Tahun

Setelah kereta api tidak lagi beroperasi, warga mengecor rel dengan beton dan menjadikannya sebagai jembatan.

Hingga saat ini Jembatan Simanjah masih difungsikan untuk mengangkut hasil pertanian warga, tapi bedanya dengan sepeda motor.

Setiap akan melintas, pemotor diwajibkan membunyikan klakson agar tidak sampai terjadi berpapasan di atas jembatan tanpa pagar ini. ***

Baca Juga: Gebyar Paten di Tirtamulya Karawang: Pelayanan Terpadu dan Dorongan Pembangunan Infrastruktur