POJOKSATU.ID - DPRD Kota Cirebon memanggil pihak SMAN 7 Kota Cirebon terkait kelalaian administrasi yang menyebabkan sejumlah siswa tidak terdaftar dalam Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB).
Insiden ini memicu kekecewaan dari orang tua dan siswa yang merasa dirugikan.
Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio, menegaskan bahwa kelalaian ini tidak bisa dianggap sepele. Ia meminta pihak sekolah bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut.
"Hasil dari rapat tadi jelas, SMAN 7 tidak boleh berhenti di sini. Tadi sempat ada pernyataan seolah-olah masih ada ujian lain selain SNPMB, tapi itu tidak bisa dijadikan alasan. Anak-anak punya hak untuk ikut seleksi nasional ini," ucap Andrie Kamis (6/3)
Menurut Andrie, dalam pertemuan tersebut Kepala SMAN 7 akhirnya mengakui adanya kelalaian dari pihak sekolah.
"Saya bilang, kalau memang tidak ada jawaban lain, tinggal akui saja bahwa ada kelalaian. Dan alhamdulillah, kepala sekolah akhirnya menyampaikan bahwa memang ada kesalahan dari pihak mereka," tambahnya.
Andrie menekankan agar pihak sekolah segera mencari solusi agar para siswa tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri.
"Sekarang yang terpenting adalah bagaimana memperbaiki kesalahan ini dan memastikan kejadian serupa tidak terulang," tegas Andrie.
Andrie juga mendorong pihak sekolah untuk memberikan pendampingan khusus kepada siswa yang terdampak, termasuk membuka opsi lain seperti ujian masuk perguruan tinggi swasta atau jalur mandiri.
"Kasus ini menjadi perhatian serius DPRD, mengingat pentingnya peran sekolah dalam mendukung masa depan akademik para siswa," pungkasnya
Caption : DPRD Kota Cirebon, saat meminta keterangan dari pihak SMAN 7 Kota Cirebon




