POJOKSATU.id - Ketua Komisi B DPRD Kota Depok, Hamzah, kini tengah merancang strategi pariwisata yang realistis untuk menarik minat warga Jabodetabek berkunjung ke wilayahnya.
Konsep yang disusun ini secara khusus menyesuaikan karakter Depok sebagai kota urban yang lokasinya sangat dekat dengan pusat aktivitas masyarakat.
Ia menegaskan bahwa Depok tidak perlu memaksakan diri membangun wisata alam berskala raksasa, melainkan fokus pada wisata urban yang edukatif dan ramah keluarga.
Baca Juga: Jurusan Kuliah Paling Menjanjikan di Tahun 2026, Peluang Kerja Cepat dan Gaji Kompetitif
"Narasi besarnya adalah Depok sebagai kota singgah yang seru, dekat, dan mudah dijangkau," kata Hamzah, Senin 15 Desember 2025.
Strategi ini dimulai dengan mengoptimalkan potensi yang sudah ada, seperti Situ Pengasinan dan Situ Rawa Besar, agar menjadi ruang publik aktif dengan fasilitas kuliner dan olahraga.
Selain itu, kawasan Universitas Indonesia juga dinilai memiliki potensi besar untuk dikemas ulang menjadi destinasi wisata edukasi dan ekowisata yang menarik.
Hamzah menyarankan agar pemerintah lebih banyak menyelenggarakan acara menarik karena dinilai lebih efektif dibandingkan harus membangun destinasi wisata baru yang mahal.
Festival kuliner, kegiatan seni komunitas, hingga acara bebas kendaraan tematik diyakini mampu menjadi magnet kuat bagi pengunjung dari luar Depok.
"Event itu relatif murah, tapi dampaknya besar. Orang datang, belanja, foto-foto, lalu pulang dengan kesan positif," ujarnya.
Faktor kenyamanan pengunjung juga menjadi prioritas dalam rancangan ini, meliputi aksesibilitas digital, parkir aman, serta toilet dan musala yang layak.
"Hal-hal kecil seperti ini justru menentukan apakah orang mau datang kembali atau tidak," katanya.
Dalam aspek promosi, DPRD mendorong Pemerintah Kota Depok untuk memiliki slogan branding yang kuat dan menggandeng kreator konten lokal.
Pemberdayaan UMKM dan warga lokal juga ditekankan sebagai ujung tombak dalam menciptakan pengalaman wisata yang berkesan.
"Pelaku UMKM perlu dibekali pelatihan layanan dan kemasan produk, sekaligus didorong menciptakan kuliner khas sebagai identitas Kota Depok," pungkasnya.***




