POJOKSATU.id, PURWAKARTA - Dewan Pimpinan Cabang Gerindra Purwakarta, mengusulkan kepada Ketua Umumnya Prabowo Subianto untuk berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka sebagai Calon Wakil Presidennya.

Ketua DPC mengusulkan Gibran bukan tanpa alasan, karena para pengurus partai gerindra hampir 60% merupakan anak-anak muda, sehingga Gerindra Purwakarta mengusulkan hal tersebut.

"Kalau anak muda diwakili anak muda satu prekuensi, saya kira itu akan bagus," kata Sri Puji Utami, yang mengusulkan nama Gibran sebagaj pendamping calon wakil presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Hasil Survei Cawapres Prabowo Subianto: Yusril Ihza Mahendra dan Erick Thohir Ketat, Gibran Sebarapa Kuat?

Demikian hal itu disampaikan ketua DPC Gerindra Purwakarta, Sri Puji Utami saat jajaran pengurus DPC usai bertemu dengan Pj Bupati di Pemda Purwakatta.

Jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Purwakarta datangi Bale Nagri, Kantor Pemerintahan Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat Kamis (12/10).

Ketua DPC Gerindra Purwakarta, Sri Puji Utami menyebutkan bahwa hal itu dilakukan sebagai bentuk silaturahmi dan menyampaikan aspirasi ke Pj Bupati Purwakarta, Benni Irwan.

Baca Juga: Tidar Jabar Rekomendasikan Gibran Rangkabuming Raka Jadi Cawapres Prabowo di Pilpres 2024, Ini Alasannya

Puji menyebutkan bahwa Pemkab Purwakarta harus memaksimalkan pembangunan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Tahun 2024.

Pembangunan yang dimaksud Puji adalah pembangunan infrastruktur yang bisa memberi manfaat banyak kepasa masyarakat.

"Kami membawa aspirasi masyarakat, ini clear ya tanpa embel-embel politis. Ini semata-mata ingin menyampaikan kepada pak Pj Bupati bahwa saat ini juga sedang berlangsung pembahasan KUA-PPAS APBD 2024. Yang pertama kami mendorong di APBD 2024 lebih banyak anggaran yang diberikan untuk kepentingan masyarakat," kata Puji kepada wartawan di Halaman Pemkab Purwakarta, Kamis (12/10).

Baca Juga: Gibran Dianggap Terlalu Muda untuk Jadi Cawapres Prabowo, Partai Golkar: Usia Tak Menjamin Kemampuan Memimpin

Puji menyebutkan, berdasarkan data yang didapat dari pemerintah daerah, kemantapan jalan di Purwakarta pada akhir masa jabatan bupati sebelumnya, yakni Dedi Mulyadi itu sebesar 87 persen.

Sedangkan saat ini, tersisa 85 persen di setelah masa jabatan Anne Ratna Mustika berakhir.

Ia mengatakan, terjadinya penurunan kemantapan jalan salah satunya disebabkan selama 2 tahun terjadi pandemi Covid-19, adanya pengurangan belanja infrastruktur yang dialihkan untuk penanganan Covid-19.

Sehingga, ia berharap, Pemkab Purwakarta bisa memanfaatkan momem APBD di Tahun 2024 untuk pembangunan infrastruktur.

Baca Juga: Seluruh ASN di Purwakarta Tandatangani Pakta Integritas Netralitas ASN di Pemilu dan Pemilukada 2024

"Saya kira hari inilah waktunya (APBD) lebih ke infrastruktur," kata Teh Puji.

Kemudian, ujar Teh Puji, pihaknya juga meminta Pemkab Purwakarta meningkatkan kapasitas pegawai, karena ini menjadi satu modal.

Selain itu, juga menyampaikan apresiasi terkait kesepakatan tentang netralitas ASN Pemkab Purwakarta jelang Pemilu 2024.

"Kami juga menyampaikan apresiasi terkait penandatanganan pakta integritas netralitas ASN Pemkab Purwakarta jelang Pemilu 2024 yang telah dilaksanakan dan dipimpin langsung oleh pak Benni Irwan," ucap Puji.***