POJOKSATU.ID - Tudingan malapraktik oleh RSUD Kota Bekasi terhadap warga Pedurenan Mustikajaya Ratih Raynada membuat Kusnanto Saidi panik saat berkelit.
Ibu empat anak tersebut mengalami kelumpuhan usai menjalani operasi cesar kurun September 2024 silam.
Selaku Dirut RSUD Kota Bekasi, secara tegas Kusnanto menyebut operasi cesar berjalan sesuai prosedur medis sembari menyalahkan kealpaan korban lantaran melakukan kontrol tiga bulan pascatindakan.
“Pasien baru kembali kontrol ke rumah sakit pada Desember. Selama tiga bulan pascaoperasi tidak ada catatan atau keluhan yang disampaikan langsung ke kami. Jadi ada jeda cukup panjang dan baru diketahui adanya penyakit bawaan setelah kita lakukan MRI,” katanya dalam konferensi pers, di RSUD Kota Bekasi, Kamis (3/7/2025).
Tak sampai di situ, Kusnanto sempat memupus harapan korban kala menanggapi tuntutan keluarga, agar sembuh seperti sediakala.
Baca Juga: Edukasi Penguatan Gizi, Giliran Warga Setiabudi yang Mendapat Sosialisasi Program MBG
Alih-alih solusi keluar dari mulutnya, Kusnanto malah menilai harapan korban terlampau tinggi.
“Kami sudah berusaha maksimal. Tapi kami bukan Tuhan. Harapan untuk sembuh total tentu baik, tapi kondisi pasien memang berat. Jawaban “Kami bukan Tuhan” bisa jadi menyakitkan bagi korban, karena disampaikan seorang berprofesi dokter dengan keilmuan rasional," ucapnya
"Bukankah berserah pada Tuhan pasti dilakukan oleh keluarga korban? Tetapi kedatangannya ke rumah sakit sebagai bentuk tindakan upaya memeroleh kesembuhan,"sambungnya***




