POJOKSATU.id - Dinas Pendidikan Kota Depok secara intensif memperkokoh langkah preventif terhadap penyebaran paham radikal di sekolah lewat Workshop Kebangsaan Pencegahan Terorisme di Balai Kota, Kamis 27 November 2025.

Kepala Disdik Kota Depok, Siti Chaerijah Aurijah, menegaskan bahwa agenda ini vital untuk membangun karakter kebangsaan dan integritas di tengah gempuran ideologi ekstrem.

Menurutnya, percepatan teknologi informasi telah meningkatkan risiko pelajar terpapar radikalisme melalui akses ruang digital yang tanpa batas.

Baca Juga: Paket Sudah Terbuka, Viral Penerima Malah Ngamuk dan Ribut dengan Kurir di Purwakarta, Berakhir Damai

"Lingkungan pendidikan menjadi salah satu target utama penyebaran paham berbahaya. Karena itu, penting bagi kita untuk memberikan pemahaman yang benar dan membangun benteng kebangsaan yang kuat," ujarnya.

Siti menekankan urgensi literasi digital dan penanaman nilai Pancasila agar siswa mampu menolak propaganda yang banyak beredar di media sosial.

Literasi digital menjadi salah satu kunci pencegahannya," tambahnya.

Baca Juga: Baru Selesai 16 Ribu Sekolah, Prabowo Minta Maaf dan Incar Perbaikan 60 Ribu Tahun Depan

Kolaborasi lintas sektor bersama Densus 88 dan elemen masyarakat diapresiasi Siti sebagai investasi jangka panjang demi menciptakan lingkungan pendidikan yang aman.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik Kota Depok, Muhammad Yusuf, menjelaskan bahwa fokus utama saat ini adalah membekali guru Bimbingan Konseling (BK) dengan wawasan.

"Intinya agar guru dapat mencegah dan mengenali potensi tindakan terorisme di sekolah, karena sekarang penyasarannya sudah menjangkau siswa," ungkapnya.

Baca Juga: Baru Selesai 16 Ribu Sekolah, Prabowo Minta Maaf dan Incar Perbaikan 60 Ribu Tahun Depan

Rencana tindak lanjut berupa sosialisasi masif ke sekolah-sekolah bersama Densus 88 sedang dipersiapkan untuk mulai berjalan pada tahun 2026.

"Harapan kami satu, tidak anak-anak kita yang terpapar ideologi terorisme. Mereka harus dibekali pengetahuan dan karakter yang baik sedini mungkin," tutupnya.***