POJOKSATU.ID – Kegiatan konsolidasi internal PDI Perjuangan di Kota Cirebon berlangsung tak biasa. Alih-alih tertutup, agenda partai tersebut justru berubah menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Hal itu terlihat dalam Rapat Konsolidasi Internal DPD dan DPC PDI Perjuangan yang dirangkaikan dengan penyerahan serta sosialisasi Surat Keputusan (SK) DPP, yang digelar di RW 06 Kampung Kedung Menjangan, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kamis (2/4/2026) malam.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono, Ketua DPP Bidang Hukum dan Advokasi Rony Talapessy, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon Imron, jajaran pengurus partai, anggota fraksi DPRD, kader, simpatisan, hingga masyarakat umum.
Meski diguyur hujan lebat, antusiasme warga tetap tinggi. Masyarakat dari berbagai kalangan tampak memadati lokasi dan duduk berdampingan dengan kader partai. Suasana pun terasa hangat dan menyatu, dengan dominasi atribut merah khas PDI Perjuangan serta spanduk kegiatan yang terpampang jelas.
Baca Juga: Mulai Pekan Depan Pemko Medan Siap Ikuti WFH, Namun Ada ASN yang Tetap WFO
Menariknya, kegiatan ini juga dihadiri anak-anak, menandakan bahwa agenda tersebut benar-benar terbuka untuk masyarakat luas.
Dalam kesempatan itu, Ono Surono bersama Rony Talapessy turut menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada perwakilan warga yang hadir.
Usai kegiatan, Ono Surono menegaskan bahwa konsolidasi tersebut memang dirancang untuk melibatkan masyarakat secara langsung.
“Agenda hari ini adalah kegiatan SK DPC PDI Perjuangan Kota Cirebon, sekaligus silaturahmi dengan warga. Kita ingin memastikan seluruh pengurus dari DPC, PAC hingga ranting benar-benar menjalankan tugasnya sebagai partai yang selalu hadir di tengah rakyat,” ujarnya.
Ia menekankan, pola kegiatan partai ke depan tidak lagi bersifat tertutup, melainkan harus membuka ruang partisipasi publik.
“Ke depan, setiap kegiatan partai harus melibatkan warga. Karena masih banyak persoalan masyarakat yang belum selesai, mulai dari sosial, pendidikan hingga kesehatan,” katanya.
Menurutnya, kehadiran partai tidak boleh hanya simbolik, tetapi harus mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Ono juga memperkenalkan nomor pengaduan atau call center resmi dari DPP PDI Perjuangan yang dapat diakses masyarakat melalui WhatsApp maupun SMS.
“Masyarakat yang bingung harus melapor ke mana, bisa langsung menghubungi nomor tersebut. Semua laporan akan diproses sesuai kewenangan, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kota dan kabupaten,” jelasnya.
Ia menambahkan, setiap laporan yang masuk akan didistribusikan sesuai level kewenangannya, mulai dari DPR RI hingga pengurus di daerah.
Saat ditanya jenis laporan yang dapat disampaikan, Ono menjawab dengan santai.
“Apa saja, kecuali ‘pengen cari jodoh’. Yang jelas, setiap laporan pasti akan direspons,” pungkasnya.***




