POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Diakhir Tahun 2017 bagi para politisi tentunya akan masih ingat dengan jelas, di pertengahan bulan Desember tersebut ada kejadian peralihan kekuasaan ketua umum partai Golkar dari Setya Novanto ke Airlangga Hartarto.
Pada saat itu, terjadi Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) partai Golkar di Jakarta Convention Center (JCC) yang berlangsung tanggal 16-17 Desember menorehkan nama Airlangga Hartarto menjadi ketua umum Golkar.
Terpilihnya Airlangga sebagai ketua umum Golkar tidak lepas dari kepiawian Ketua DPD 1 Jawa Barat Dedi Mulyadi, setelah lobi sana sini para pemilik suara yaitu ketua DPD 1 Golkar akhirnya lobi-lobi Dedi Mulyadi berhasil mendudukan Airlangga menjadi pucuk pimpinan ketua umum partai Golkar.
Baca Juga: Sebanyak 55.827 Pemudik kembali ke Wilayah Bandung via Kereta Api
Sehingga, entah dari mana datangnya banyak politisi Golkar dari berbagai daerah yang menyebut Dedi Mulyadi sebagai panglima Munaslub Golkar pada tahun 2017.
Namun ada kisah menarik dibalik layar yang tentunya tidak semua orang mengetahuinya, apa yang terlihat didepan layar kita sudah mengetahuinya secara langsung dari berbagai sumber berita.
Namun kejadian-kejadian di belakang layar banyak hal-hal yang luput dari perhatian, bahkan senyap tidak terekpos dan tidak diketahui oleh publik.
Baca Juga: Ratusan Rudal Iran Serang Israel, PM Netanyahu Tak Gentar, Israel akan Menang
Saat itu pojoksatu.id bersama rekan seprofesi (Group Jawa Pos) berbaur dengan para peserta Munaslub dari berbagai daerah, titik utamanya melihat secara langsung pergerakan panglima munaslub (Dedi Mulyadi).
Setelah mengetahui hotel tempat menginap Dedi Mulyadi yaitu di hotel Mulia, pojoksatu.id akhirnya ikut bergabung bersama para peserta Munaslub dari berbagai daerah yang mendapatkan kamar menginap di hotel mulia.
Pojoksatu.id tidak lepas terus mengamati pergerakan panglima munaslub alias Dedi Mulyadi, tujuannya hanya ingin mengetahui bagaimana sepak terjangnya dalam lobi-lobi politik.
Baca Juga: Bengkel Dadakan di Cirebon, Bantu Motor Pemudik yang Mogok
Dan diakui, Dedi Mulyadi sangat lihai memainkan peran sebagai politisi muda dalam lobi-lobi politik untuk mempengaruhi para pemilik suara yaitu para ketua DPD 1 Golkar.
Sebelum acara puncaknya Munaslub, Dedi Mulyadi tampak hilir mudik keluar masuk hotel tempatnya menginap yaitu hotel Mulia.
Bila keluar hotel bisa dipastikan Dedi Mulyadi tengah menemui para petinggi partai dari (DPP) ataupun menemui para ketua DPD 1 yang meminta pertemuan di luar area Munaslub.
Bahkan tidak sedikit pula para ketua DPD 1 yang mendatangi Dedi Mulyadi selaku panglima Munaslub, untuk memastikan dan meyakinkan siapa nanti yang akan dipilih sebagai ketua umum golkar saat puncak munaslub.
Baca Juga: Strategi Efektif dalam Memilih Broker Forex yang Sesuai dengan Gaya Trading Anda
Ada satu hal yang diperhatikan pojoksatu.id secara serius kepada panglima munaslub tersebut, yaitu Dedi Mulyadi beserta rombongan tidak pernah sekalipun turun untuk berbaur sarapan ataupun makan malam.
Pojoksatu.id sempat menanyakan hal itu kepada orang kepercayaan kang Dedi Mulyadi yang setiap saat selalu nempel berada didekatnya, kenapa tidak pernah melihat rombongan turun sarapan atau makan malam.
Jawabannya ternyata sederhana, mereka (para rombongan) sebenarnya dipersilahkan oleh kang Dedi Mulyadi untuk sarapan ataupun makan malam bila merasa lapar.
“Peserta munaslub sangat banyak dari berbagai daerah, sehingga kang Dedi beserta rombongan memilih makan diruangan (kamar) sehingga jatah makan rombongan kang Dedi bisa untuk kader lainnya,” kata staf kang Dedi, yang enggan menjelaskan lebih jauh.
Hingga acara puncaknya Munaslub, akhirnya Airlangga Hartarto terpilih menjadi ketua umum golkar menggantikan Setya Novanto yang bermasalah karena kasus hukum.
Setelah selesai acara, panglima munaslub alias Dedi Mulyadi mulai diburu oleh mata kamera para jurnalis, yang ingin meminta keterangan secara resmi hasil dari Munaslub tersebut.
Baca Juga: Iran Lancarkan Serangan Udara ke Israel, Drone Butuh Waktu 9 Jam Tiba ke Wilayah Israel
Selesai sesi wawancara rombongan Dedi Mulyadi menuju ke hotel mulia, tentu saja mereka menuju ruangan Dedi Mulyadi dengan senyum sumringah penuh kemenangan karena Airlangga berhasil menjadi ketua umum golkar.
Pojoksatu.id mengikuti dari belakang, sampai rombongan kang Dedi Mulyadi semua sampai di kamar panglima munaslub tersebut. Sambil pura-pura berjalan lewat pintu ruangan rombongan kang Dedi, hingga terdengar suara Dedi Mulyadi dari dalam kamarnya.
“Beres acara asa perih beteng, tadi teu sarapan bawa kadie eta mie cup (beres acara sepertinya perut lapar nih, tadi pagi tidak sarapan bawa kesini itu Mie Cup),” terdengar dengan jelas suara Dedi Mulyadi meminta makanan cepat saji kepada staf rombongannya.
Baca Juga: Terjatuh di Kamar Mandi Penatapan Jagung MU Kabupaten Karo, Warga Binjai Meninggal Dunia
Kamar Dedi Mulyadi saat itu dibiarkan terbuka, sehingga suara jelas terdengar keluar. Selain itu banyak rombongan para staf kader Golkar yang keluar masuk untuk beres-beres siap bertolak kembali ke Purwakarta.
“Dua poe iye ngadahar mie cup wae, moal panas beuteung kitu (dua hari ini selalu makan mie cup, enggak bakal panas perut gitu),” tambah Dedi Mulyadi, saar usai memakan makanan cepat saji tersebut bertanya kepada para rombongannya.
Sontak perkataan Dedi Mulyadi tersebut membuat pojoksatu.id mematung, karena begitu besar pengorbanan sosok panglima munaslub tersebut.
Baca Juga: Managemen CSB Mall Cirebon, Komitmen Bantu Keluarga Korban
Bukan hanya berkorban harta, tenaga fikiran dan waktu untuk manuver lobi-lobi politik semata hingga menghantarkan Airlangga Hartarto menjadi ketua umum partai Golkar, namun sampai urusan makanpun Dedi Mulyadi rela selama dua hari perutnya hanya di isi oleh makanan cepat saji yaitu mie cup.
Lalu bagaimana dengan peranan Dedi Mulyadi di Pilpres 2024 yang membawa kemenangan Prabowo – Gibran pad Pilpres tahun ini, tentu saja ada peran besar Dedi Mulyadi di Jawa Barat.
Bahkan banyak yang menyebutkan untuk jawa barat, salah satu titik sentral kemenangan Prabowo dan Gibran yaitu Kang Dedi Mulyadi. Karena siang dan malam terus mensosialisasikan pasangan presiden tersebut hingga ke pelosok-pelosok desa yang ada di Jawa Barat.***




