POJOKSATU.id - Pusat perbelanjaan di Depok, Depok Town Square (Detos) hadrikan sebuah Paludarium terbesar di dalam Mall.

Paludarium hadir di area foodcourt lantai 2, sehingga pengunjung yang makan bisa menikmati indahnya paludarium dengan tema Taman Kalimatan.

Pihak Mall bekerja sama dengan komunitas Aquair yang terbesar di Kota Depok.

“Alhamdulillah kami menyediakan tempat di foodcourt untuk Aquair dalam menampilkan paludarium terbesar ini, baru Detos yang punya dan menjadi satu-satunya saat ini,” kata Mall Director Detos, Sutikno Pariyoto, Rabu (1/11/2023).

Baca Juga: Belasan Orang tua Murid SDN Pocin 1 Datangi Kantor Pemkot Depok Minta Aktivitas Sekolah Segera Kembali Normal

Kehadiran paludarium itu sampai menarik perhatian komedian Denny Cagur yang datang langsung ke lokasi.

Denny menuturkan, sangat tertarik dengan konsep paludarium yang ada di Detos karena keindahan alam Kalimantan dan hanya baru ada di Mall Depok.

Paludarium memang kerap ditemui di mall-mall lainnya, namun baru tema alam Kalimantan yang terbesar ada di Mall Depok ini.

Baca Juga: Atasi Warga Buang Sampah Sembarang, Pemerintah Kota Depok Gandeng Pengacara Deolipa: Tuntut 5 Tahun Penjara!

“Senang melihat kreativitas dari temen-temen Aquair ini, mereka mampu memperlihatkan keindahan alam di sebuah wadah yang menarik,” katanya.

Dia mengaku senang dengan adanya paludarium terbesar di dalam Mall Detos.

Terlihat Aquair begitu antusias dalam memajukan trend ini. Tak ketinggalan juga bisa mengedukasi pengunjung soal paludarium ini.

“Mudah-mudahan Aquair bisa terus menghasilkan karya yang mengedukasi dan tentunya diharapkan Detos semakin ramai,” ujarnya.

Owner Aquair, Riswandi menambahkan, pihaknya terinspirasi dari mall yang ada di Korea.

Di dalamnya ada aqua scape sehingga memutuskan untuk menghadirkan paludarium di dalam Mall Detos.

Baca Juga: Inovatif dan Impresif! Sekda Depok Ajak Warga Wisata dengan Layanan Digital Virtual Kekinian

Pemilihan lokasi Detos karena memang letaknya yang strategis, mudah diakses serta ini Mall legend yang sampai saat ini terus eksis.

Paludarium pertama yang berada di Detos ini memakan biaya sebesar Rp500 jutaan.

Ornamen yang digunakan diambil langsung dari Kalimantan dan banyak biodiversiti yang digunakan.

“Kita menghadirkan banyak biodiversiti dalam paludarium ini. Temanya alam Kalimantan,” katanya.

Keberadaan paludarium ini dibangun dengan biaya mencapai setengah Miliar dengan tema alam Kalimatan juga berharap bisa mengingat adanya pelestarian hutan mini.***