POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Salah seorang warga Bandung yang beruntung dari ribuan masyarakat kurang mampu yang dibantu Dedi Mulyadi kali ini seorang pengamen jalanan. Sehingga pengamen itu, secara perlahan tapi pasti terangkat harkat martabatnya.
Pengamen jalanan yang Dibantu oleh Dedi Mulyadi ini bernama Addo, secara kebetulan bertemu dengan Dedi Mulyadi saat berkunjung ke Bandung.
Uluran tangan Dedi Mulyadi ini tidak tanggung-tanggung, kebutuhan pengamen bersama anak istrinya juga dibantu sampai tuntas. Bahkan, pengamen jalanan bernama Addo itu dibelikan gitar baru harganya sampai jutaan rupiah.
Baca Juga: Hasil Survai Bila Pemilu Dilaksakan Sekarang, Nama Dedi Mulyadi Tidak Terkalahkan Kantongi 47,3 %
Tidak sampai hanya itu, bahkan Addo juga juga bakal manggung ikut keliling Jawa Barat ikut dalam acara safari Cinta Dedi Mulyadi.
Bantuan yang diberikan oleh Dedi Mulyadi itu, ibarat mendapatkan durian runtuh, sehingga berkali-kali Addo tampak menangis bahagia atas kebaikan Dedi Mulyadi.
Awalnya, suara merdu dari pengamen jalanan di Kota Bandung acap kali menghipnotis para pengendara. Tak sekadar cuap-cuap, pengamen Kota Bandung dikenal kreatif dan punya selera musik yang keren.
Seperti para pengamen yang biasa mangkal di bawah Flyover Pasupati tepatnya di Jalan Cihampelas. Para pengamen hadir menghibur pengendara dengan alat musik yang cukup lengkap.
Kehadiran para pengamen itu pun mendapat perhatian dari Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang tak sengaja lewat. Ia sengaja turun menemui mereka untuk memberikan apresiasi.
“Suaranya keren, saya sering lewat tapi baru berhenti sekarang,” ucap KDM saat menghampiri para pengamen tersebut.
Salah satu pengamen adalah Addo (40). Ia sudah mengamen di tempat tersebut sejak tiga tahun lalu. Ia tak sendirian melainkan ngamen bersama adik sepupu dan pamannya.
Addo sendiri bertugas sebagai penyanyi sekaligus pemain gitar dan harmonika. Sementara adik sepupunya bermain drum dan sang paman bertugas menyodorkan dus untuk wadah uang pemberian para pengguna jalan.
“Ini namanya ngamen yang berkesenian, keren. Orang bisanya ngamen gak jelas nyanyinya, gak jelas nadanya yang penting dapat duit. Kalau ini beda, seniman, keren,” ujar Kang Dedi.
Meski berprofesi sebagai pengamen Addo cukup berbeda dari yang lain. Ia menjadi pengamen sejak putus sekolah sejak kelas 1 SMP dengan modal kecrekan dari bekas botol minuman.
Hingga akhirnya ia menabung di pintu kontrakan yang bolong agar tak ada satu orang pun yang tahu. Dari situ ia bisa membeli satu gitar yang saat itu harganya cukup mahal.
“Oh berarti ini mah termasuk pengamen yang rajin,” ucap KDM.
Kang Dedi pun bernyanyi sejumlah lagu dari Iwan Fals bersama Addo CS menghibur pengguna jalan. Sampai satu saat Addo CS membawakan lagu Titip Rindu Buat Ayah (Ebiet G Ade) yang membuat KDM seketika meleleh.
Sepanjang lagu itu dinyanyikan, KDM terlihat meneteskan air matanya. Sesekali ia mengusap air mata itu dengan tangan agar tak jatuh menetes.
“Kamu hebat sudah bisa bikin saya menangis,” katanya.
Addo sendiri memiliki keunikan dengan suara khasnya sehingga ia bisa menirukan Iwan Fals, Ebiet G Ade dan Broery Marantika. Ia pun memanfaatkan keunikan itu untuk mengais rezeki.
“Ini orang-orang kreatif yang perlu dapat apresiasi, bukan hanya sekadar ngamen tapi ad anada yang ia tawarkan, ada harga yang menjual. Keren,” pungkas KDM.
Beberapa waktu ke belakang, kita teringat ada masyarakat kurang mampu yang dibantu oleh Dedi Mulyadi hingga harkat derajatnya dibantu oleh Dedi Mulyadi.
Warga itu bernama Kusnadi, semua kebutuhan hingga hutang-hutangnya ke bank emok dilunasi oleh Dedi Mulyadi.
Tidak berhenti sampai disitu, Dedi juga mempekerjakan Kusnadi di Subang untuk mengurus ternak Sapi, tentunya dengan gaji yang cukup lumayan.
Sayangnya, Kusnadi tidak bertahan lama saat dipekerjakan oleh Dedi Mulyadi, malah memilih untuk berhenti bekerja.***




