POJOKSATU.ID – Dimulainya proyek revitalisasi Wisata Air dan Kargo Kuliner Kalimalang mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan.
Salah satu dukungan datang dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bekasi, yang memandang proyek ini sebagai langkah strategis untuk mewujudkan ikon kebahagiaan baru bagi warga.
GMNI menilai proyek ini memiliki makna historis dan visi masa depan yang sejalan dengan semangat para pendiri bangsa.
Ketua DPC GMNI Bekasi, Christianto Manurung, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi Pemerintah Kota Bekasi dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam merealisasikan proyek transformasi Kalimalang.
"Kami mengapresiasi terobosan yang hari ini dilakukan Pemkot Bekasi bersama Pemprov Jawa Barat. Menjadikan Kalimalang sebagai destinasi wisata merupakan bentuk nyata dari komitmen pemerintah dalam melanjutkan cita-cita pendiri bangsa kita," ujar Christianto.
Lebih dari sekadar aliran sungai, menurut pria yang akrab disapa Bung Chris ini, Kalimalang adalah warisan sejarah yang monumental. Ia mengingatkan bahwa Kalimalang dibangun pada era Presiden Soekarno sekitar tahun 1957 sebagai bagian dari proyek infrastruktur besar untuk menunjang kesejahteraan rakyat.
"Kalimalang bukan hanya aliran sungai sepanjang 71 kilometer. Ini adalah warisan sejarah yang menjadi simbol perubahan besar. Sejak awal dibangun di era Bung Karno, harapannya adalah agar aliran ini dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk masyarakat," jelasnya.
Sebagai organisasi yang berlandaskan ajaran Marhaenisme Soekarno, GMNI merasa memiliki ikatan ideologis untuk mengawal proyek yang sejalan dengan semangat kerakyatan tersebut.
Baca Juga: KPK Ungkap Mafia Sertifikasi K3, Jejak Korupsi Panjang Sejak 2019
GMNI Bekasi optimis bahwa jika proyek ini berhasil, dampaknya akan sangat signifikan bagi kualitas hidup masyarakat. Bung Chris melukiskan sebuah visi di mana Kalimalang menjadi pusat aktivitas dan kebahagiaan warga urban.
"Jika cita-cita mulia ini bisa kita kawal bersama, saya dapat melihat gambaran di masa depan di mana anak, cucu, dan keturunan kita dapat merasakan kebahagiaan tanpa perlu jauh-jauh ke luar kota," ungkapnya.
"Pusat kebahagiaannya sudah terbangun di Kota Bekasi. Di sepanjang aliran sungai Kalimalang, kita bukan hanya akan melihat air yang mengalir, tetapi juga kebahagiaan yang mengalir," tambah Bung Chris dengan optimis.
Untuk mewujudkan visi besar tersebut, GMNI mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berpartisipasi aktif dalam mengawasi jalannya proyek.
"Perjuangan ini harus kita kawal bersama-sama, sebab kami yakin pemerintah tidak bisa berdiri sendiri. Perlu kerja sama dari seluruh masyarakat Kota Bekasi," serunya.
Menurutnya, partisipasi publik akan memastikan proyek ini tidak hanya berhasil secara fisik, tetapi juga memberikan dampak positif berkelanjutan, baik dari sisi ekonomi bagi masyarakat sekitar maupun dalam menjaga ekosistem lingkungan di sepanjang aliran Kalimalang.***




