POJOKSATU.ID - balik hamparan tanah yang dulu sunyi, tandus, dan tak berdaya, kini Desa Karangsuwung, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon, menjelma menjadi panggung kebangkitan ekonomi desa.

Dengan tangan dingin BUMDes Bio Merpati, lahan tidur disulap menjadi ladang produktif yang menumbuhkan sereh dapur tanaman sederhana yang kini menjadi simbol kejayaan baru.

Kuwu Karangsuwung, Arif Nurdiansyah, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar bercocok tanam, melainkan revolusi hijau yang menghidupkan denyut ekonomi desa.

“Alhamdulillah, hasilnya mulai terasa. Bukan hanya masyarakat yang merasakan manfaat langsung, tetapi kas desa pun ikut bertambah melalui PADes,” ujarnya penuh semangat, Rabu (6/5/2026).

Baca Juga: Bukan karena Masalah Teknis Saja! Keterlambatan Pembayaran TPG THR 2026 Juga Dipengaruhi oleh Tiga Hal Ini!

Arif melihat budidaya sereh sebagai pintu gerbang menuju masa depan desa yang lebih mandiri. Ia mendorong agar BUMDes berani membuka lahan-lahan baru, menjadikan setiap jengkal tanah sebagai sumber berkah.

Keunggulan Karangsuwung terletak pada pengelolaan menyeluruh. Batang sereh dijual ke pasar dan pelaku usaha, sementara daun yang sering dianggap tak berguna justru diolah menjadi produk bernilai tambah.

Daun-daun ini dipasarkan ke produsen lokal untuk kebutuhan industri rumahan, sehingga tidak ada bagian tanaman yang terbuang. Dengan strategi ini, keuntungan yang diperoleh menjadi maksimal, membuka peluang usaha baru, dan memperkuat ketahanan ekonomi desa.

Bagi para petani lokal, program ini bukan sekadar pekerjaan baru, melainkan harapan hidup. Seorang warga Dusun 2, misalnya, mengaku kini bisa menambah penghasilan keluarga dari hasil panen sereh. 

Baca Juga: Bisa Daftar CPNS 2026 Sambil Ikut Seleksi Kopdes? Simak Faktanya

“Dulu lahan ini kosong, tidak menghasilkan apa-apa. Sekarang, setiap batang sereh yang kami tanam bisa jadi rupiah,” tuturnya dengan mata berbinar.

Cerita-cerita seperti ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi desa mampu mengubah nasib masyarakat. Dari tanah yang dulu diam, kini tumbuh semangat kerja keras dan kebersamaan.

Arif berharap BUMDes terus berani membuka lahan-lahan lain yang masih terbengkalai.

“Potensinya masih sangat besar. Kalau semua lahan mati bisa digarap, hasilnya akan semakin melimpah,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga tentang membangun rasa percaya diri masyarakat desa. Bahwa mereka mampu berdiri di atas kaki sendiri, mengelola sumber daya, dan menciptakan kesejahteraan bersama.

Baca Juga: Rahasia Lulus Tes Kopdes 2026, Kenali Materi TPK, TMK, dan Ambang Batas

Langkah inovatif ini menjadikan Karangsuwung sebagai inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia. Budidaya sereh dapur bukan hanya soal pertanian, tetapi tentang keberanian desa untuk bermimpi besar dan mewujudkannya.

Dari tanah mati ke pundi rupiah, Karangsuwung telah menyalakan obor ekonomi desa. Sebuah kisah yang membuktikan bahwa dengan kreativitas, kerja keras, dan pengelolaan yang tepat, desa bisa menjadi pusat kebangkitan ekonomi bangsa.***