POJOKSATU.ID - Sejumlah daerah di DKI Jakarta ternyata berasal dari nama pohon yang justeru kini jarang bahkan sudah tidak ada di daerah tersebut.
Pada masa kolonial, Jakarta atau Batavia adalah wilayah yang banyak ditumbuhi beraneka ragam pepohonan.
Tetapi karena gempuran modernisasi dan pertumbuhan penduduk akibat urbanisasi, hampir semua kawasan di ibu kota ini beralih fungsi untuk kepentingan masyarakat yang tinggal di dalamnya.
Baca Juga: Mengulik Sejarah Pasar Johar Semarang, Dibangun Arsitek Belanda yang Pro-Kemerdekaan Indonesia
Ada 5 nama kawasan di Jakarta yang familiar terdengar, dan memiliki sejarah berdasarkan nama-nama pohon yang ada pada jaman tempo dulu.
Berikut 5 daerah di Ibu Kota Jakarta yang namanya berasal dari pohon:
1. Kapuk Muara
Kapuk Muara berada di Jakarta Utara. Kapuk Muara terkenal karena di daerah itu ada kompleks perumahan super mewah Pantai Indah Kapuk (PIK).
Baca Juga: Mengenal 5 Tradisi Masyarakat Pesisir Indonesia Dalam Menghormati Sumber Daya Lautan
Kawasan ini diincar masyarakat khususnya etnis Tionghoa karena lokasinya merupakan kepala naga.
Lokasi kepala naga dalam pemahaman feng shui disebut sebagai elemen pusat energi, akan menguntungkan bagi mereka yang menjalankan bisnis.
Nama Kapuk Muara sendiri adalah gabungan dari kata kapuk dan muara.
Pada beberapa abad yang silam di daerah Kapuk Muara terdapat banyak pepohonan kapuk randu tumbuh di sekitar muara sungai/kali yang menjorok ke laut.
Tetapi seiring perkembangannya, ditambah pertumbuhan penduduk, daerah Kapuk Muara justru kini dipenuhi hutan mangrove, bukan lagi pohon kapuk randu.
2. Menteng
Berada di Jakarta pusat, menteng atau kepundung atau mundung merupakan jenis tumbuhan batang keras dan berkayu, dengan nama ilmiah Baccaurea racemosa.
Pohon spesies asli Pulau Jawa ini menghasilkan buah menyerupai buah duku dengan rasa masam dan manis.
Baca Juga: Kebakaran Museum Nasional, Beruntung Benda-benda Bersejarah Selamat, Ruangan Ini Terbakar
Sebelum menjadi perumahan elit seperti sekarang, daerah Menteng dahulu kala merupakan hutan yang banyak pohon buah-buahan, terutama pohon menteng, sehingga orang menyebut wilayah tersebut dengan nama kampung menteng.
Pembangunan secara perlahan menggusur pepohonan yang ada. Dan sekarang pohon Menteng sendiri sudah langka, hampir tidak ditemukan di kawasan tersebut.
3. Bidara Cina
Bidara Cina berada di Jatinegara Jakarta Timur. Bidara atau widara adalah pohon buah yang tumbuh di daerah tropis.
Baca Juga: Rekap Hasil Semifinal Hongkong Open 2023: Wakil Indonesia Paling Banyak Tembus Final
Pohon ini juga mampu bertahan di kala kemarau berkepanjangan dan suhu ekstrem.
Buahnya memiliki rasa pahit asam manis, kayunya sering dimanfaatkan sebagai bahan bangunan atau bahan bakar yang baik.
Pada masa kolonial Belanda, di lokasi itu orang-orang etnis Tionghoa menanam pohon bidara.
Itu terjadi sebelum peristiwa pemberontakan kaum Tionghoa terhadap pemerintahan Belanda di Batavia pada tahun 1740.
Baca Juga: Inilah Hasil Drawing Piala Dunia U17 2023, Indonesia Terhindar Lawan Tim Raksasa
Kini kawasan Bidara Cina bertransformasi dengan kehadiran beragam etnis yang menetap dari generasi ke generasi.
Lalu pohon yang diabadikan namanya itu, jangan harap bisa melihat satu pun di sana.
4. Duri Kosambi
Terletak di Cengkareng, Jakarta Barat, Duri Kosambi berasal dari nama pohon kosambi atau dikenal juga dengan kesambi atau kecacil yang mirip dengan pohon buah rambutan.
Buah kosambi dapat dijadikan buah meja dengan ciri rasa asam kemanis-manisan, sedangkan bijinya bisa dibuat menjadi minyak atau disebut minyak kusum.
Baca Juga: Mengenang Kosasih Kartadiredja, Wasit Indonesia Pertama Berlisensi FIFA, Dijuluki King Kobra Asia
Minyak Kusum ini dapat dimanfaatkan untuk bahan bakar lampu minyak, menggoreng, hingga perawatan rambut supaya subur, hitam dan berkilau.
Saat ini secara administratif, Duri Kosambi merupakan nama perkampungan dan kelurahan di Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.
5. Gandaria
Gandaria adalah nama pohon buah yang merupakan flora identitas provinsi Jawa Barat.
Pohon ini dapat tumbuh menyerupai pohon mangga yang tingginya mencapai sekitar 20 meter.
Baca Juga: Sebut Imbang Lawan Sada Sumut FC Hasil Terbaik, Pelatih PSMS Akui Kecolongan di Babak Pertama
Semua bagian dari pohon gandaria dapat dimanfaatkan mulai dari buah, daun, hingga batangnya.
Dalam catatan sejarah daerah yang mengambil nama pohon lainnya, dulunya di kawasan yang berada di wilayah administrasi Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan ini banyak ditumbuhi pohon gandaria.
Seiring perkembangan, Gandaria menjadi lokasi yang cukup padat penduduknya.
Di kawasan Gandaria saat ini banyak dibangun fasilitas untuk kepentingan bisnis, meliputi perkantoran, pertokoan, bahkan pusat perbelanjaan modern yang begitu kesohor, salah satunya adalah Mall Gandaria City.***




