POJOKSATU.ID- Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,1 mengguncang Kota Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (10/4/2025) pukul 22.16 WIB. Gempa yang berpusat di darat dengan kedalaman 5 kilometer ini terasa hingga Depok dan Kabupaten Bogor, mengakibatkan sejumlah bangunan rusak.

Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, sedikitnya 17 bangunan terdampak, terdiri dari 16 rumah warga dan satu sekolah. Kerusakan yang terjadi meliputi dinding retak hingga plafon rumah ambruk.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi bahwa gempa ini dipicu oleh aktivitas Sesar Citarik dengan mekanisme geser (strike-slip). Seismograf BMKG juga mencatat bahwa gempa memiliki gelombang frekuensi tinggi, yang menyebabkan suara gemuruh saat terjadi guncangan.

Baca Juga: Pacu Swasembada Pangan, Penyuluh Pertanian Didorong Aktif Kawal LTT

Hingga Jumat pagi (11/4), BMKG telah mencatat empat kali gempa susulan dengan magnitudo berkisar antara 1,6 hingga 1,9. Meski tergolong kecil, gempa susulan ini tetap dapat menimbulkan dampak tambahan terhadap bangunan yang sudah mengalami kerusakan.

Imbauan dari Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Ia juga menginstruksikan BPBD serta pihak terkait untuk terus melakukan pemantauan dan memastikan keselamatan warga terdampak.

"Kami mengimbau warga tetap tenang namun waspada. Pastikan rumah dalam kondisi aman dan segera laporkan jika ada kerusakan yang membahayakan," ujarnya.

BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami, namun tetap mengingatkan warga agar selalu mengikuti informasi dari sumber resmi untuk menghindari kepanikan akibat berita hoaks.

Baca Juga: Komisi III Dorong Penataan Kawasan Kumuh di Karawang

BPBD Kota Bogor bersama tim gabungan telah melakukan asesmen dan memberikan bantuan awal kepada warga terdampak. Masyarakat diimbau untuk tetap mengikuti prosedur mitigasi bencana, seperti mengenali jalur evakuasi dan menyiapkan perlengkapan darurat.

Meskipun tidak ada laporan korban jiwa, peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam, terutama di wilayah rawan gempa seperti Bogor.***