POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Entah kode alam apa yang kini tengah melanda Purwakarta, dalam kurun waktu 3 bulan ini, ada 3 kejadian pembunuhan satu masih dugaan.
Pembunuhan yang terjadi, semua korban merupakan para wanita cantik dan para pelakunya para pria.
Yang mengejutkan, di bulan Oktober ini ada dua kasus pembunuhan, dua kasus sudah jelas pelakunya sementara satu kasus lagi masih dugaan.
Baca Juga: Juara Denmark Open 2025, Ayunan Raket Jonatan Christie Sebulan Terakhir Hasilkan Rp1,5 Miliar
Tentu saja semua pasti ada sebab dan akibat, itu merupakan sudah hukum alam yang tidak bisa dipungkiri.
Rangkaian kejadian pembunuhan tersebut, walaupun di lakukan oleh pelaku yang berbeda itu sepertinya kode alam.
Namun, siapa bisa memprediksi apa akan terjadi selanjutnya, kita sebagai mahluk yang berakal fikiran tentunya hanya bisa menebak-nebak, apa sebenarnya yang tengah terjadi di Purwakarta ini.
Berawal dari kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Jatimekar, Kecamatan Jatiluhur. Seorang wanita ditemukan tewas bersimbah darah pada tanggal 08 Agustus lalu.
Diketahui korban bernama Dea Permata Karisma usia 27 tahun, seorang ibu rumah tangga. Pelakunya merupakan orang dekatnya, yang sehari-hari ada didekat korban.
Kemudian kasus selanjutnya yaitu karyawati minimarket, korban ditemukan tewas mengambang disungai ( di buang pelaku ke sungai ), pada tanggal 07 Oktober lalu.
Baca Juga: BRI Perkuat Peran di KPR Subsidi: Salurkan Rp14,6 Triliun untuk 107 Ribu Rumah Rakyat
Diketahui korban bernama Dina Oktaviani, usia 21 Tahun warga asal karawang yang bekerja di minimarket rest Area KM 72.
Begitupun dengan pelaku pembunuhan karyawati cantik tersebut, pelaku merupakan orang yang terbilang dekat dengan korban.
Karena pelaku merupakan atasan tempat Dina bekerja sebagai karyawati minimarket, diketahui pelaku merupakan wakil kepala toko minimarket tersebut.
Terbaru, seorang remaja perempuan yang masih duduk dikelas 2 SMP, ditemukan mengambang di saluran air oleh para bocah cilik ( bocil ) yang sedang bermain di saluran air.
Diketahui remaja perempuan yang mengambang tersebut bernama Jesika usianya sekitar 15 tahun, merupakan warga plered, ditemukan tewas pada hari Sabtu 18 Oktober beberapa hari lalu.
Untuk korban yang terakhir ini, kuat dugaan merupakan korban pembunuhan juga. Namun, belum ada pelaku karena masih dalam penyelidikan.
Kejadian-kejadian tersebut tentu membuat kita berfikir sepertinya hal itu kode alam, bahwa purwakarta sedang tidak baik-baik saja.
Tentunya bagi mereka yang berfikir, berusaha memahami apa yang telah terjadi. Bagi mereka yang abai, tentu mereka tidak akan pernah memikirkan hal tersebut.(Adw)




