POJOKSATU.ID - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, pasokan daging sapi di Pasar Baru, Kota Bekasi, dilaporkan langka. Kondisi ini membuat pedagang kesulitan mendapatkan stok dan memicu lonjakan harga di tingkat konsumen.
Sejak pagi, sejumlah lapak daging di pasar tersebut sudah kehabisan stok. Beberapa pedagang bahkan mengaku dagangan mereka habis hanya dalam hitungan jam.
Salah satu pedagang daging, M Soleh, mengatakan stok daging sudah habis sejak pagi hari karena pasokan dari pemasok terbatas.
“Dari jam 9 pagi sudah nggak ada daging. Kemarin juga sama, sekitar jam 1 siang sudah kosong. Barangnya memang nggak ada dari atas,” kata Soleh di Pasar Baru Bekasi, Kamis (19/3/2026).
Menurutnya, kelangkaan ini diduga berkaitan dengan pembatasan pemotongan sapi di Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Padahal, informasi yang beredar menyebutkan ketersediaan sapi sebenarnya masih mencukupi.
Baca Juga: Politeknik Negeri Padang: Kampus Vokasi yang Menjawab Kebutuhan Industri Sejak 1987
“Yang jadi pertanyaan kenapa pemotongan dibatasi. Katanya stok banyak, tapi di bawah kosong. Masyarakat kan butuh, apalagi menjelang Lebaran untuk kebutuhan rendang dan semur,” ujarnya.
Keterbatasan pasokan juga berdampak pada kenaikan harga daging. Untuk daging paha belakang, harga kini mencapai sekitar Rp180 ribu per kilogram. Sementara tulang iga dijual sekitar Rp100 ribu per kilogram.
Pedagang mengaku tidak memiliki pilihan selain mengikuti harga dari pemasok.
“Kalau barangnya ada, mau Rp200 ribu juga pasti dibeli. Masalahnya sekarang barang kosong. Bahkan pedagang dibatasi, biasanya bisa ambil lima ekor, sekarang cuma boleh tiga,” tambahnya.
Ia menilai kondisi ini berbeda dibandingkan tahun sebelumnya, ketika pasokan daging menjelang Lebaran relatif aman tanpa pembatasan. Para pedagang berharap pemerintah segera turun tangan menormalkan distribusi agar pasokan kembali stabil.
Keluhan kenaikan harga juga disampaikan pedagang bumbu dapur di pasar yang sama. Salah satunya Arif yang menyebut sejumlah komoditas seperti cabai dan bawang merah mengalami kenaikan harga.
Baca Juga: Besok Lebaran? Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan 1 Syawal Sore Ini
“Cabai sama bawang naik. Bawang merah dari sekitar Rp37 ribu sekarang jadi Rp44 ribu. Minyak juga naik, yang biasanya Rp20 ribu sekarang bisa Rp23 sampai Rp24 ribu,” kata Arif.
Selain harga naik, beberapa komoditas juga mulai sulit didapat, terutama minyak goreng curah yang stoknya semakin terbatas.
Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengakui adanya indikasi kelangkaan daging di tingkat pasar. Pemerintah Kota Bekasi saat ini masih menelusuri penyebabnya, termasuk kemungkinan adanya kendala distribusi atau lonjakan permintaan.
“Kita temukan informasi awal ada pembatasan pemotongan di RPH. Ini akan kita koordinasikan dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk memastikan pola distribusinya berjalan baik,” kata Tri.
Menurutnya, kelangkaan tersebut bisa disebabkan oleh keterlambatan distribusi akibat kondisi lalu lintas maupun meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran.
Meski demikian, ia memastikan secara umum ketersediaan bahan pokok di Kota Bekasi masih relatif aman meskipun terjadi kenaikan harga.
“Secara umum barang tersedia, walaupun ada kenaikan harga. Ini yang harus kita kendalikan agar tetap sesuai dengan harga eceran tertinggi,” ujarnya.***




