POJOKSATU.id - Rata-rata kenaikan UMK 2025 sudah ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Di tahun 2025 seluruh UMK di Indonesia mengalami kenaikan 6,5 persen.

Berdasarkan Permenaker Nomor 16 Tahun 2024 penetapan UMK 2025 paling lambat tanggal 18 Desember 2025.

Dengan kenaikan sebesar 6,5 persen, kini besaran UMK 2025 di Indonesia menjadi beragam.

Ada yang besarannya menjadi lebih dari Rp5 juta.

Baca Juga: Perbandingan Besaran UMK 2025 Tertinggi dan Terendah di Indonesia, Perbedaannya Lebih dari 50%?

Namun ada juga yang besarannya hanya di angka Rp2 jutaan.

Begitu pula dengan UMK 2025 terendah di Indonesia.

Ada lima daerah yang besaran UMK 2025 menjadi terendah di Indonesia.

Dari kelima daerah tersebut Sebagian besar di antaranya ternyata ada di Provinsi Jawa Tengah.

Rendahnya UMK di beberapa daerah ini mencerminkan kondisi ekonomi dan juga biaya hidup local.

Berikut adalah daftar lima daerah dengan UMK terendah di Indonesia:

Baca Juga: Sudah Diresmikan, UMK Kota Depok 2025 Tembus di Angka Rp5,1 Juta, Bagaimana Daerah Lain di Jawa Barat?

5. Kuningan: UMK 2025 Rp2.209.519

4. Kota Banjar: UMK 2025 Rp2.204.754

3. Sragen: UMK 2025 Rp2.182.185

2. Wonogiri: UMK 2025 Rp2.180.588

1. Banjarnegara: UMK Rp2.170.475

Baca Juga: Menaker Tetapkan Formula Penghitungan Upah Minimum 2025, Besaran UMK Surabaya Besarannya Lebih dari Rp5 Juta!

Rendahnya UMK di lima daerah tersebut dipengaruhi oleh beberapa factor.

Seperti struktur ekonomi, biaya hidup, investasi infrastruktur hingga tenaga kerja local.

***