POJOKSATU.id - Politikus Senior PDIP sekaligus alumnus USU, Samulya Surya Indra memberikan materi kepada mahasiswa terkait Sekolah Politik, Kilas Balik: Manifestasi Pergerakan Mahasiswa Dalam Perpolitikan Bangsa yang diadakan Alumni Muda USU-UNRI atau Civitas Ganjar di Aula YPPIA, Kafka Spaces, Medan Petisah, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (16/9).

Dalam diskusi tersebut Indra memaparkan berbagai informasi untuk meningkatkan minat generasi muda menjelang pemilu 2024.

"Bagaimana meningkatkan minat politik generasi muda, terutama dalam menghadapi pemilu 2024. Mahasiswa dituntut untuk kritis dan rasional dalam memilih pemimpin, ini yang disampaikan dalam sekolah politik hari ini," kata Indra.

Dalam paparannya, Indra menyampaikan kiat bagaimana memilih pemimpin Indonesia. Dirinya menghimbau untuk memilih pemimpin yang memiliki visi jelas dan rekam jejak yang bagus.

Hal tersebut sebagai modal dasar bagaimana pemimpin bisa dipercaya untuk memimpin bangsa kedepan.

"Sederhananya kita lihat apa visinya dari seorang pemimpin, bagaimana rekam jejaknya. Kita ambil contoh pejabat yang pernah terlibat kasus pidana, entah itu korupsi atau catatan kriminal lainnya, apa selanjutnya mereka akan dipercaya untuk memegang sebuah instansi? Kan sulit masyarakat untuk percaya selanjutnya," lanjutnya.

Tak hanya itu, Indra menghimbau untuk lebih jeli lagi dalam melihat pencapaian dan kinerja seorang pemimpin.

"Kemudian kita lihat kinerjanya, apa program yang sudah dihasilkannya pada posisi-posisi kepemimpinan, apa tindakannya dan apa produk program yang sudah dihasilkan, serta bagaimana pencapaiannya di situlah kita bisa menilai layak atau tidaknya sesorang menjadi pemimpin," lanjutnya.

Dengan adanya sekolah politik hari ini, Indra berharap Civitas Ganjar terus konsisten dalam memberikan program positif untuk meningkatkan mutu dan kualitas mahasiswa.

"Semoga bisa terus bersinergi dengan berbagai organisasi kemahasiswaan khususnya dalam menyusun program yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi sesuai kebutuhan, seperti sosialisasi saat ini," kata Indra.

"Banyak yang bisa dilakukan, contohnya kolaborasi dengan grup pecinta alam, bersih lingkungan dan kegiatan lainnya yang bisa mengajak partisipasi mahasiswa," pungkasnya. (*)