POJOKSATU.ID - Chefis Arabian Cafe and Resto di Jalan Ampera Raya Nomor 22 menggelar diskusi dengan tema Merajut Kebhinekaan dalam Perbedaan. 

Diskusi yang dihadiri oleh ratusan pemuda, ormas, OKP dan lintas iman ini menghadirkan narasumber yang aktif menyuarakan Kebhinekaan dan toleransi di Cirebon, diantaranya adalah Romo Djunawi, Richard Dharma Pekasa, Bang Haq, dan Dedi Djubaedi atau Ayah Dedi. 

Owner Chefis Arabian Cafe and Resto, Sefi Khirrijul Yaman mengatakan, Indonesia berdiri di tengah perbedaan, latar belakang yang sangat majemuk suku, agama dan bahasa. Perbedaan bukan untuk dibeda-bedakan tapi menjadi kelebihan Bangsa Indonesia karena dalam perbedaan ada kekuatan.

“Indonesia terdiri dari suku, agama dan bahasa yang beragam. Perbedaan menjadi pemersatu dan kekuatan bangsa Indonesia,” katanya, Senin (3/6).

Baca Juga: Benarkah RPP Manajemen ASN akan Ditandatangani Prabowo Subianto bukan Jokowi? Bagaimana Nasib Honorer?

Sementara, salah satu narasumber dalam diskusi Merajut Kebhinekaan dalam Perbedaan yakni Romo Djunawi mengatakan, kalau hidup bersama dan rukun bisa selalu bersatu maka itu adalah cara hidup yang sangat mulia. Cara hidup yang terpuji yang didambakan bagi umat manusia.

“Malam hari ini tentunya ada yang memprakarsai. Memang kebersamaan itu kodrat dan Kebhinekaan juga kodrat, merajut kebersamaan dalam Kebhinekaan yaitu memang kodrat. Kita memang dikodratkan untuk berbeda, oleh karena itu mari kita rajut perbedaan ini menjadi kebersamaan yang indah,” ujarnya.

Narasumber lainnya yang akrab disapa Ayah Dedi menyatakan, perbedaan itu sangat indah. Kebhinekaan menjadi landasan yang baik dalam merajut perbedaan.

“Perbedaan itu indah. Perbedaan tentunya tidak menjadi alasan untuk tidak bersama,” tuturnya.

Baca Juga: Honorer Menunggu RPP Manajemen ASN, Kini Sudah Bahas PPPK, Kabar Ini Alhamduilah tapi Belakangnya Bikin Panas Dingin

Ia menambahkan, pada dasarnya manusia itu tidak mudah untuk bersatu dalam perbedaan. Tapi, karena adanya cinta dan welas asih maka perbedaan menjadi dasar untuk saling menyayangi antar manusia.

“Walaupun manusia itu sulit untuk bersatu dalam perbedaan, di tengah mereka ada cinta kasih dan sayang. Itulah dasar yang kuat untuk kebersamaan, karena kita tidak bisa berdiri sendiri satu sama lain pasti saling membutuhkan apapun latar belakangnya,” pungkasnya.