POJOKSATU.id - Sebanyak 1.170 warga penerima manfaat di Kelurahan Jatijajar akhirnya menerima pencairan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) tahun 2025.
Aula Kelurahan Jatijajar menjadi pusat penyaluran bantuan tersebut yang berlangsung tertib pada Sabtu 29 November 2025.
Lurah Jatijajar, Raden Herdandy Suherman, menerapkan strategi pembagian jadwal secara bertahap demi menjamin kenyamanan para lansia agar tidak berdesakan.
Baca Juga: KKS Tertunda, Dana Bisa Hilang? Inilah Risiko Dana Bansos Ngendap Akibat Pencairan Lambat
"Alhamdulillah Kelurahan Jatijajar ada pembagian BLT sebanyak 1.170 warga penerima uang tunai Rp900 ribu. Kita buatkan jadwal agar tidak terlalu menumpuk, jadi kita bagi per RW," jelasnya.
Pihak kelurahan menegaskan bahwa daftar nama penerima sepenuhnya merupakan wewenang Kementerian Sosial tanpa campur tangan daerah.
"Datanya dari Kemensos, bukan kita yang mengajukan. Kita hanya menyampaikan sesuai alamatnya. Ada beberapa yang sudah pindah atau tidak ditemukan, dan itu tidak bisa dialihkan ke orang lain," tambahnya.
Efisiensi alur antrean juga dilakukan dengan menggabungkan jadwal RW yang memiliki jumlah penerima sedikit untuk menghindari kepadatan.
"Misalnya RW 1 sedikit, RW 2 banyak, itu kita sesuaikan supaya tidak terlalu padat. Jadi ibu-ibu atau lansia juga tidak terlalu kegerahan," ujarnya.
Menepis kekhawatiran masyarakat mengenai isu pemotongan dana, Herdandy menjamin seluruh proses dilakukan secara terbuka dan diawasi ketat.
Baca Juga: Mekanisme Baru! KKS Bansos Kini Cair Cepat Tanpa Tunggu Jadwal Nasional, KPM Wajib Cek Saldo!
"Untuk mengantisipasi isu pemotongan, pembagian difokuskan di Kelurahan Jatijajar. Petugas dari kantor pos yang melayani, dan ada petugas KTRT yang ditempatkan di kelurahan. Jadi penerima menerima full Rp900.000, tidak ada potongan," tegasnya.
Protokol ketat mewajibkan penerima hadir langsung, namun pengecualian khusus diberikan berupa layanan jemput bagi lansia yang sakit.
"Kalau ada lansia yang sakit, petugas nanti mendatangi rumahnya," tambahnya.
Besaran dana yang merupakan rapelan tiga bulan ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi warga, khususnya kaum lansia.
"Mudah-mudahan uang tunai ini dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Ini dirapel tiga bulan, makanya Rp900.000. Insya Allah bisa membantu kebutuhan harian mereka," pungkasnya.***




