POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Camat Kecamatan Campaka, Ade Sumarna, meminta kepada Perum Perhutani Purwakarta untuk menebang pohon yang berpotensi membahayakan bagi keselamatan warga masyarakat.
Bukan tanpa alasan permintaan yang disampaikan oleh camat kepada Perhutani tersebut, karena saat ini memasuki musim penghujan disertai dengan angin puting beliung.
Sehingga, beberapa pohon milik perhutani yang ada di tepi jalan dan berpotensi tumbang terkena angin puting beliung, perlu untuk ditebang agar tidak membahayakan para warga pengguna jalan.
Baca Juga: Diam-diam Pemprov Jabar Minta Perluasan Lahan TPA Sarimukti ke Perhutani, Luasnya 20 Hektare
“Tadi malam ada beberapa pohon yang ambruk sampai menutup seluruh akses jalan, sehingga jalan tidak bisa dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat,” kata Ade Sumarna kepada pojoksatu.id, melalui sambungan seluller, Rabu (25/10).
Kejadian tumbangnya pohon tersebut terjadi di jalan utama daerah Desa Cirende, akibat hujan lebat yang disertai dengan angin puting beliung.
"Kita akan mengajukan permohonan ke pihak Perhutani untuk melakukan penebangan pohon, yang berpotensi pohon tersebut ambruk saat ada angin puting beliung,” tambah Ade Sumarna.
Baca Juga: Perhutani Pastikan Kebakaran di Lahan TPA Sarimukti Tidak Merembet ke Kawasan Area Hutan
Tepisah, Kepala Desa Cirende, Hanapi membenarkan bahwa tadi malam ada dua pohon milik perhutani yang tumbang akibat hujan lebat yang disertai dengan angin puting beliung.
"Iya tadi malam ada dua pohon tumbang, pohon tersebut milik Perhutani,” kata Hanapi, saat memantau langsung pemotongan pohon yang tumbang di wilayahnya.
Adapun untuk wilayah pohon yang tumbang dan sempat menghalangi akses jalan yaitu di daerah kampung batu datar desa Cirende kecamatan Campaka.
Baca Juga: Perum Perhutani Tolak Permohonan Sertipikat Tanah oleh SEPETAK: Konflik Agraria Semakin Memanas
“Tadi malam saat hujan disertai angin puting beliung dua pohon yang tumbang, akses jalan terputus tidak dapat dilalui,” tambah Hanapi.
Setelah mendapatkan informasi tersebut, Kades Hanapi yang kebetulan bagian jaga malam (Ronda) bersama beberapa warga setempat langung menuju ke lokasi.
“Sekitar pukul 23.30 WIB tadi malam, kami beserta beberapa warga dan juga beberapa petugas perhutani langsung memotong cabang-cabang pohon yang memghalangi akses jalan,” bebe Hanapi.
Karena terbatasnya penerangan dan alat mesin gergaji pemotong, sehingga warga hanya memotong cabang-cabang pohon menggunakan golok agar akses jalan bisa dilalui kendaraan roda dua.
Baca Juga: Tambang Emas Ilegal di Lahan Perhutani Tasikmalaya Jadi Buruan, Menteri LHK Diminta Jangan Anteng
“Pagi ini, kita bersama dengan pihak perhutani langsung melakukan pemotongan menggunakan mesin gergaji sehingga akses jalan bisa dilalui kembali,” jelas Hanapi.
Kedepannya, untuk mengantisipasi adanya pohon yang tumbang akibat hujan lebat yang disertai dengan angin puting beliung, pihak Desa akan mengajukan permohonan kepada pihak perhutani untuk menebang pohon-pohon yang berpotensi tumbang ke jalan, karena bisa membahayakan pengguna jalan.
“Kita juga sudah berkoordinasi dengan pihak Muspika, untuk mengajukan permohonan penebangan pohon-pohon yang berpotensi tumbang ke jalan. Kita hanya melakukan antisipasi, agar tidak ada korban dikemudian hari. Semoga saja permohonan kita dikabulkan perhutani,” tutup Hanapi panjang lebar, mengakhiri pembicaraan.***




