POJOKSATU.ID - Pada pertengahan bulan lalu, Bupati Cianjur Wahyu Ferdian mengungkapkan akan membangun kawasan peternakan di Kampung Cikekep, Desa Cidadap, Kecamatan Campaka.
Tujuannya untuk menjaga kebutuhan daging yang tinggi di wilayahnya dan memenuhi gizi warga Cianjur.
Wahyu Ferdian tak mau warga Cianjur harus mengirim daging dari luar daerah, karena harganya berpotensi melonjak.
Baca Juga: Mie Gacoan Bantah Pungli Rekrutmen Tenaga Kerja di Karawang
Kawasan peternakan itu juga untuk mendukung program Makanan Bergizi Gratis di Cianjur yang kabarnya akan mulai dibangun awal bulan Oktober 2025.
Anggaran yang digelontorkan sebesar Rp2,8 miliar, meliputi pembangunan kandang ayam dan sapi, gudang, pos keamanan, dan pembuatan jalan produksi.
Selain itu, anggaran tersebut juga sudah termasuk 25 ekor sapi perah dan 700 ayam buras, kawasan peternakan itu akan berdiri di lahan Pemda Cianjur seluas 12 hektare.
Baca Juga: Terekam CCTV Sosok Pria Selingkuhan Wanita Hamil Tewas di Hotel Palembang, Wajah Masih Muda
"Jangan sampai Kabupaten Cianjur menghabiskan uang untuk beli ke daerah lain," kata Wahyu Ferdian saat ditemui di Pendopo Cianjur, 21 September 2025.
Tujuan kawasan peternakan ini memang bagus tapi jangan lupakan permasalahan jalan rusak di Cianjur yang dapat menghambat distribusi daging.
Wahyu Ferdian seharusnya dapat belajar dari peristiwa gempa Cianjur 2022 lalu, saat bantuan logistik terhambat karena akses jalan rusak dan tertutup material longsor.
Menantu sekaligus adik ipar dari mantan Bupati Cianjur ini beberapa kali memang menegaskan akan melakukan pembangunan dan perbaikan jalan secara merata.
Bagi warga Cianjur, ucapan tersebut terdengar seperti deja vu, karena pernah terucap juga oleh pemimpin sebelumnya yang merupakan saudara dari Wahyu Ferdian.
Sejumlah laporan dari netizen yang mengeluhkan jalan rusak di Kota Tauco, menghiasi jagat maya nyaris tiap hari.
Baca Juga: Dua Siswa SMAN 10 Samarinda Ciptakan Aplikasi AI untuk Lestarikan Batik Kalimantan
Beberapa laporan viral ada yang langsung ditanggapi dan diperbaiki, tapi tak sedikit netizen yang gigit jari lantaran laporannya belum ada tindak lanjut.
Sebagian titik jalan yang diperbaiki bersifat darurat alias sementara, tidak dilakukan secara permanen.
Berdasarkan laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, sejumlah titik di Cianjur memang berada di zona merah pergeseran tanah.
Sehingga perbaikan jalan perlu penangan teknis oleh para ahli, bukan sekadar tambal aspal yang penting mulus.
Perbaikan permanen seperti ini memang butuh anggaran tak sedikit, apalagi masih banyak titik jalan rusak di Cianjur yang harus segera diperbaiki.
Sebagian warga terpaksa harus gotong royong menutup lubang yang seperti kubangan dengan material seadanya.
Menunggu giliran perbaikan jalan rusak di Cianjur sepertinya jadi barang mahal dan langka, sehingga warga hanya bisa sabar sembari sesekali memperbaiki jalan yang rusak parah.
Daerah yang terkenal dengan beras pandan wangi ini jadi salah satu kabupaten di Jawa Barat yang selalu viral karena jalan rusak, setelah Garut.
Jika membangun kawasan peternakan tanpa dibarengi dengan kinerja cepat pembangunan jalan, harapan Wahyu Ferdian agar harga daging stabil diprediksi meleset.
Jalan rusak membuat distribusi terhambat, yang akhirnya berdampak pada kenaikan uang jalan dan ujungnya harga daging tetap melambung tinggi.***




