POJOKSATU.id - Pasca tragedi belasan siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 7 Mojokerto terseret ombak di Pantai Drini Gunungkidul. 

Dinas Pendidikan Mojokerto mengambil langkah tegas, dengan melarang seluruh kegiatan outing class. 

Keputusan tersebut, diambil oleh pemerintah dengan mempertimbangkan situasi yang ada, sehingga memutuskan untuk menghentikan seluruh kegiatan outing class. 

Baca Juga: Kemenpan RB Akhirnya BUKA SUARA Terkait Isu Honorer Titipan dalam Pelaksanaan PPPK 2024 Tahap 2

Dimana, seluruh kegiatan outing class diberhentikan untuk seluruh tingkatan, baik tingkat SD hingga SMP. 

Hal tersebut, diungkapkan langsung oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto, Ruby Hartoyo. 

Menurutnya, pihaknya telah melaporkan kejadian siswa tenggelam ini, kepada PJ Walikota Mojokerto. 

Baca Juga: HASIL TERBARU Thailand Masters 2025, Chico MENYALA, PULANGKAN Tunggal Putra India, Ganda Campuran PERANG SAUDARA, Saling Tikung, Adnan/Indah Lolos

Dengan begitu, maka secara keseluruhan kegiatan outing class akan ditiadakan atau dihentikan. 

Diberitakan sebelumnya, Belasan pelajar SMPN 7 Mojokerto Jawa Timur, dikabarkan hanyut terbawa arus saat sedang bermain air di Pantai Drini Gunungkidul. 

Peristiwa tersebut, bermula ketika rombongan dari SMPN 7 Mojokerto, tiba di Pantai Drini pada pagi dini hari dan bermain air di area Palung atau jalur Kapal Pantai Drini. 

Baca Juga: Rayakan Imlek dengan Kebersamaan: BRI Peduli Salurkan Ribuan Paket Sembako di Tangerang dan Singkawang

Pada saat sejumlah siswa bermain air, Tim SAR mencoba untuk memberikan peringatan untuk para siswa agar tidak bermain air terlalu ke tengah. 

Namun himbauan yang disampaikan oleh petugas tersebut, justru tidak didengarkan. 

Hal itu, disampaikan langsung oleh Sekretaris Tim SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Pantai Baron, Surisdiyanto. 

Menurutnya, saat ombak besar datang turut menyeret sekitar 13 siswa ke tengah-tengah laut. 

Baca Juga: Ustaz Derry Sulaiman Ungkap dr Richard Lee Belajar Syahadat sejak Dua Tahun Lalu, Ikrarnya di Restoran

Melihat kejadian tersebut, Tim SAR yang sedang berada di lokasi kejadian langsung memberikan pertolongan dengan cara berenang, sehingga sebagian pelajar bisa terselamatkan. 

Dari 13 siswa yang ikut terseret ombak, ada sembilan orang siswa yang berhasil diselamatkan oleh Tim SAR. 

Sementara empat siswa lainnya, hilang terseret ombak. Namun, setelah beberapa jam pencarian, tiga siswa ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. 

Baca Juga: Imlek di Sumut Berjalan Kondusif, 2.108 Personel Polisi Dikerahkan

Ketiganya, ditemukan sekitar 100 meter dari tepi pantai, sementara satu siswa lainnya hingga saat ini masih hilang dan dalam proses pencarian.***