POJOJOKSATU.ID - Kantor Desa Gadel kini bukan cuma tempat mengurus surat, tapi juga tempat urus haus, mungkin biar pelayanan publik lebih bersemangat.
Ruang kantor desa di Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu ini disulap jadi tempat untuk pesta minuman.
Kepala Urusan Perencanaan, Rasno merekam salah satu ruangan di Desa Gadel sudah berantakan.
Baca Juga: Kuliner Legendaris Tangerang Selatan Cita Rasa yang Tak Pernah Pudar oleh Waktu
Hanya menyisakan beberapa botol minuman di meja dan kulit kacang yang berserakan di lantai.
Bisa dibayangkan ketika ada warga yang datang membawa berkas untuk mengurus sesuatu, ruangan tersebut tercium aroma fermentasi.
Pelayanan untuk tanda tangan dan stempel dari desa tetap dilakukan oleh para pegawai, meski agak miring dikit.
Baca Juga: SMK Jadi Ujung Tombak Indonesia Emas 2045, Kemendikdasmen Luncurkan Program Pengembangan 2025
Pemerintah desa ini seperti tahu kesalahan yang telah diperbuat, cukup dengan klarifikasi dan minta maaf, sudah bisa meredam emosi rakyat.
"Izin pak Kuwu, kantor desa ini bukan tempatnya orang mabok-mabokan. Ya, jadi mohon dinasehatilah anak buahnya," ucap Rasno dalam video yang diunggah di akun medsos pribadinya, Selasa, 7 Oktober 2025.
Sebagai Kepala Urusan Perencanaan yang baru diangkat tahun lalu, Rasno meminta Kepala Desa Gadel, Narta memberi sanksi tegas kepada pegawainya.
Baca Juga: Hasil Riset 13 Tahun UGM dan WMPP, Sapi Gama Resmi Jadi Rumpun Sapi Pedaging Baru Indonesia
Selain itu, ia meminta Kades atau Kuwu Narta bersikap transparan dalam pengelolaan dana desa.
Menurutnya, selama ini sejumlah anggaran seakan ditutup-tutupi, hingga akhirnya lenyap tanpa ada dampak positif bagi masyarakat.
Keberaniannya dalam mengungkapkan rahasia gelap pemerintah desa Gadel ternyata mendapat balasan intimidasi.
Bahkan sudah 2 bulan ia mengaku belum mendapat gaji, malah meneriman intimidasi dari Kuwu Narta.
Rasno juga meminta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bisa mendesak Bupati Indramayu Lucky Hakim untuk turun ke lapangan.
Ia meminta Kuwu Desa Gadel segera diperiksa karena kinerjanya dianggap sudah merugikan masyarakat.
Baca Juga: Mengenal Budaya dan Kreativitas Lokal Tangsel Dari Festival Seni hingga Komunitas Kreatif Anak Muda
Ketegasan Lucky Hakim sebagai Bupati Indramayu juga akan diuji lewat peristiwa ini, apakah ia berani menindak aparatur desa yang bandel.
Bupati Indramayu Lucky Hakim tak bisa diam, karena ketenangan bukan lagi tanda kebijaksanaan seorang pemimpin.
Kepala desa bukan hanya pemegang stempel, tapi wajah pemerintah daerah di mata masyarakat.
Baca Juga: Kapolres Karawang Dukung Swasembada Pangan Lewat Penanaman Jagung Serentak
Jika wajah itu kotor, maka citra Kabupaten Indramayu juga ikut tercoreng, sehingga ketegasan tanpa kompromi pada siapa pun mempermainkan jabatan harus dilakukan.
Mungkin kasus ini bisa jadi ajang untuk Lucky Hakim untuk menunjukkan bahwa dirinya yang memiliki latar belakang di dunia entertainment, pantas jadi Bupati Indramayu.***




