POJOKSATU.id - Mahasiswa semester 1 yang ingin meraih prestasi akademik tinggi perlu mempersiapkan diri dengan baik. Berikut adalah 5 soal PAI dan jawaban untuk para mahasiswa semester 1 yang akan menghadapi UTS

Para mahasiswa semester 1 akan menghadapi UTS. Berikut akan kita ketahui 6 soal PAI semester 1 beserta jawaban.

5 soal PAI Semester 1 bersama dengan kunci jawaban, sebagai ilustrasi UTS, merupakan salah satu persyaratan untuk meraih kelulusan.

Baca Juga: Intip 20 Bocoran Soal UTS Semiotika Lengkap dengan Jawaban, Mahasiswa Semester 7 Wajib Pelajari Ini Dijamin Nilai Aman

Mahasiswa diharapkan dapat mencapai hasil yang memuaskan dalam UTS PAI agar dapat berhasil menyelesaikan mata kuliah ini dan melanjutkan ke semester berikutnya tanpa perlu mengulangnya.

Sebagai persiapan dan penilaian diri sebelum mengikuti UTS di Semester 1 perguruan tinggi, berikutlah 5 soal UTS PAI bersama dengan jawaban.

1. Mengapa manusia harus beragama? Jawablah pertanyaan ini dengan disertai dalil naqli (Alquran dan Sunnah) serta argumen rasional (Psikologis & Sosiologis)

Jawaban:
Karena beragama merupakan fitrah manusia. Allah Ta'ala berfirman, "Maka hadapkanlah wajahmu kepada din dengan lurus, sebagai fitrah Allah yang atasnya manusia diciptakan." (QS. Rum 30).
Bukti bahwa manusia memiliki potensi beragama dapat ditemukan dalam sejarah dan antropologi.

Baca Juga: Mahasiswa Semester 1 Wajib Tahu Bocoran 50 Latihan Soal UTS Ilmu Hukum, Lengkap dengan Jawaban!

Misalnya, masyarakat primitif mencari Tuhan, meskipun konsep Tuhan mereka terbatas pada kemampuan akal untuk memahami lingkungan.

Mereka menyembah sungai, pohon, dan batu sebagai Tuhan karena dianggap memberikan penghidupan.

Jika potensi bertuhan tidak dibimbing dengan benar, manusia mungkin tidak menemukan Tuhan yang sejati seperti Allah.

Sebaliknya, dengan bimbingan dan lingkungan yang mendukung, potensi beragama manusia dapat tumbuh dengan baik dan mencapai kebenaran.

Baca Juga: Bocoran Kisi-kisi UTS! Konsep Dasar Ekonomi Makro Cabang Ilmu Ekonomi, Pelajari Ini Dijamin Ujian Lancar

2. Jelaskan dan uraikan fungsi agama bagi manusia?

Jawaban:
Fungsi agama nagi manusia yakni:
• Sebagai petunjuk kebenaran
Manusia adalah makhluk berakal. Dengan akal itulah lahir ilmu dan filsafat sebagai sarana untuk mencari kebenaran. Namun tidak semua kebenaran yang dicari manusia terjawab oleh ilmu dan filsafat dengan memuaskan karena pijakannya adalah akal yang mempunyai kemampuan terbatas dan kebenaran yang relatif dan nisbi. Oleh karena itu manusia memerlukan sumber kebenaran lain. Sumber kebenaran lain adalah agama, yaitu informasi dari Tuhan Yang Maha Mutlak, Tuhan yang Maha Benar.

• Agama sebagai informasi metafisika
Banyak hal-hal yang belum terungkap oleh akal manusia terutama yang menyangkut hal-hal metafisika. Misalnya kehidupan setelah mati barzakh, yaumul hisab, surga, neraka, malaikat, jin dan termasuk informasi tentang Tuhan. Akal manusia tidak mampu mengungkap dan mencari informasi tentang hal tersebut dengan benar. Pencarian manusia merupakan perkiraan semata bahkan dapat berupa hayalan.Agama yang didalamnya ada wahyu dari Tuhan Yang Maha Mengetahui memberikan informasi yang jelas dan benar tentang sesuatu yang berkaitan dengan metafisika.

Baca Juga: UTS di Depan Mata, Bocoran 20 Soal Bahasa Inggris Materi Tenses, Lengkap Pembahasan dan Jawaban

• Agama sebagai sumber moral
Persoalan moral atau akhak merupakan persolan yang mendasar dalam kehidupan manusia. Bahkan misi dari kenabian dan diturunkannya agama adalah untuk memperbaiki akhlak manusia. Akhlak juga dapat menjadikan standar kemuliaan seseorang dan membedakannya dengan binatang.

• Agama sebagai sumber syariah dan ibadah
Hal yang terpenting dalam agama dalah peribadatan. Peribadatan merupakan aplikasi dan realisasi dari keimanan seseorang. Peribadatan yang benar hanya diperoleh melaluiagama yang diwahyukan Tuhan kepada manusia. Manusia dengan akalnya tidak mampu menciptakan bentuk penyembahan dan peribadatan yang benar.

• Agama sebagai sumber ilmu atau fungsi konfirmasi Wahyu yang diturunkan Allah SWT dalam agama merupakan sumber ilmu yang dengannya manusia dapat mengembangkan kemampuan berpikirnya tentang realitas alam semesta. Ketika manusia mampu untuk menemukan suatu teori ilmu, dan mengambangkan pengetahuannya, perlu ada pengkonfirmasian dengan wahyu, agar ilmu dan pengetahuan yang diperoleh memperdekatkan dirinya kepada Tuhan.

Baca Juga: Cek 15 Latihan Soal Penting Khusus Mahasiswa Baru Jurusan Ilmu Komunikasi, Dilengkapi Jawaban

3. Ditinjau dari sumbernya, agama dapat dibagi dua, yaitu: Agama samawi/revealed religion (agama wahyu) dan Agama ardhi/culture religion (agama bukan wahyu/buatan manusia): Jelaskan apa maksudnya dan uraikan perbedaan serta ciri dari masing2 !

Jawaban:
Agama wahyu adalah agama yang diterima oleh manusia dari Allah SWT Sang Pencipta melalui malaikat Jibril dan disampaikan dan disebarkan oleh Rasul-Nya kepada umat manusia. Wahyu-wahyu tersebut dilestarikan melalui Kitab Suci, suhuf (lembaran-lembaran tertulis) atau ajaran lisan. Yang termasuk ke dalam agama wahyu yaitu Yahudi, Nasrani dan Islam.

Agama bukan wahyu bersandar semata-mata kepada ajaran dari seorang manusia yang dianggap memiliki pengetahuan tentang kehidupan dalam berbagai aspeknya secara mendalam. Contohnya agama Budha yang berpangkal pada ajaran Sidharta Gautama dan Confusianisme yang berpangkal pada ajaran Kong Hu Chu. Agama Hindu, agama Sinto dan lain sebagainya yang berpangkal pada ajaran yang dibawa oleh manusia sebagai pembawa dan penyebar agama tersebut.

Adapun ciri-ciri agama wahyu antara lain:
• Secara pasti ditentukan lahirnya, bukan tumbuh dari masyarakat, melainkan diturunkan kepada masyarakat.
• Disampaikan oleh manusia yang dipilih Allah SWT sebagai utusan-Nya. Utusan itu bukan menciptakan agama tetapi menyampaikan agama.
• Memiliki kitab suci yang bersih dari campur tangan manusia.
• Ajarannya serba tetap, walaupun tafsirannya dapat berubah sesuai dengan kecerdasan dan kepekaaan manusia.
• Konsep ketuhanannya adalah monotheisme mutlak (Tauhid).
• Kebenarannya adalah universal, yaitu berlaku bagi setiap manusia, masa dan keadaan.

Jika keenam tolok ukur ini dibawa kepada tiga agama samawy, maka agama Islamlah yang memenuhi kriteria sebagai agama samawi untuk saat ini. Agama Yahudi dan Nasrani dalam perjalanan sejarahnya mengalami distorsi-distorsi karena kurang terjaganya pengamanan wahyu. Hal ini dapat dilihat dari ajaran Yahudi dan Nasrani, terutama tentang ketuhanannya yang tidak monotheisme murni (tidak tauhid). Adanya Tuhan Yahweh dalam ajaran Yahudi dan konsep Trinitas dalam ajaran Nasrani menggambarkan ketidakaslian agama tersebut. Ditambah lagi adanya dosa waris, pembabtisan, legalitas paus mengampuni dosa jemaatnya telah keluar dari ajaran aslinya yang bersumber dari wahyu.(Muh. Rifa’I, 1984: 45). Untuk itu, Islam lah sebagai satu-satunya agama yang masih murni sebagai agama samawi.

Baca Juga: 5 Aplikasi Belajar Bahasa Inggris Paling Interaktif , Dijamin Cepat Mahir!

4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan iman; sebutkan apa saja yang harus diimani oleh seorang mukmin; sebutkan konsekwensi keimanan, sertakan ayat al-Quran terkait dengan hal ini; sebutkan sifat-sifat orang beriman sebagaimana disebutkan di dalam al-Quran !

Jawaban:
Iman adalah kepercayaan yang dipercayai oleh seseorang yang berkenaan dengan agama, keyakinan maupun kepercayaan kepada Tuhan, nabi, kitab dan sebagainya. Dalam ajaran agama Islam, iman berarti kepercayaan, keyakinan kepada Allah, nabi-nabi-NYA serta kitab yaitu Al-Quran dan lain sebagainya.

Menurut ajaran agama Islam, umat muslim mengimani enam rukun iman.

Keenam rukun iman tersebut wajib diimani dan diyakini oleh orang Islam.

Namun, apa pengertian iman menurut bahasa dan istilah? Sebelum membahas pengertian iman dari para ulama serta menurut Al-Quran dan hadist.

Berikut adalah pengertian iman secara bahasa dan istilah.

Menurut bahasa Arab, kata iman berakar pada kata amana – yu;minu – imana yang secara harfiah atau etimologis dapat diartikan sebagai percaya dan yakin.

Secara bahasa, iman dapat diartikan sebagai tashdiq atau membenarkan yang maknanya hampir sama secara istilah.

Secara istilah, menurut buku Ensiklopedi iman yang ditulis oleh Syaikh Abdul Majid Az-Zandani, iman dapat diartikan sesuai dengan makna linguistiknya yaitu tashdiq atau mempercayai.

Iman secara istilah, maknawi atau terminologis merupakan percaya dengan yakin akan keberadaan Allah, Malaikat Allah, Kitab-kitab – NYA, para Rasul – NYA, akhirat, hingga qadha dan qadar yang telah terangkum dalam rukun iman menurut ajaran agama Islam.

Dalam Al-Quran, iman disebutkan dengan pelafalan yaqin atau meyakini.

Seperti pada surat Al-Baqarah ayat 4 dan Surat Al-An’am ayat 75.

Berikut penjelasan lebih lengkapnya.

Dalam surat Al-Baqarah ayat 4
وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَآ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ وَبِالْاٰخِرَةِ هُمْ
يُوْقِنُوْنَۗ

Artinya:
“Dan mereka yang beriman kepada (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya akhirat.”

surat Al-Anam ayat 75:
وَكَذٰلِكَ نُرِيْٓ اِبْرٰهِيْمَ مَلَكُوْتَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَلِيَكُوْنَ مِنَ الْمُوْقِنِيْنَ

Artinya:
"Dan demikianlah, Kami memperlihatkan kepada Ibrahim kekuasaan (Kami yang terdapat) di langit dan di bumi, dan agar dia termasuk orang-orang yang yakin.”

Dari kedua surat dan ayat dalam Al-Quran tersebut, disebutkan kata yaqin serta tashdiq yang berarti amalan hati. Iman dapat diartikan sebagai ucapan hati yang berada di dalam hati.

Surat Al-Baqarah, ayat 136:
قُوْلُوْٓا اٰمَنَّا بِاللّٰهِ وَمَآ اُنْزِلَ اِلَيْنَا وَمَآ اُنْزِلَ اِلٰٓى اِبْرٰهٖمَ وَاِسْمٰعِيْلَ وَاِسْحٰقَ وَيَعْقُوْبَ وَالْاَسْبَاطِ وَمَآ اُوْتِيَ مُوْسٰى وَعِيْسٰى وَمَآ اُوْتِيَ النَّبِيُّوْنَ مِنْ رَّبِّهِمْۚ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْهُمْۖ وَنَحْنُ لَهٗ مُسْلِمُوْنَ

Artinya:
Katakanlah, “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami, dan kepada apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, dan kepada apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta kepada apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka, dan kami berserah diri kepada-Nya.”

Merujuk pada surat Al-Baqarah tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa iman yang dipercayai oleh umat muslim merupakan kepercayaan maupun keyakinan yang tertanam dalam hati dan diwujudkan melalui lisan serta perbuatan. Keyakinan tersebut mengacu pada kepercayaan akan lima rukun Islam.

Selain menurut Al-Quran, beberapa ulama juga turut memberikan pendapatnya mengenai definisi dari iman. Beberapa ulama terkenal seperti Imam Syafii, Imam Ahmad hingga Imam Bukhari turut mengemukakan pendapatnya.

Menurut Imam Syafii, iman seorang muslim meliputi perkataan serta perbuatannya. iman dapat bertambah maupun berkurang. Bertambahnya iman seseorang disebabkan oleh ketaatan pada Allah, sedangkan berkurangnya iman seseorang disebabkan oleh kemaksiatan.

Imam Ahmad memiliki pendapat yang tidak jauh berbeda dengan Imam Syafii, Imam Ahmad mengemukakan bahwa iman dapat bertambah dan berkurang, bertambah karena seseorang melaksanakan amalan tertentu dan berkurang karena orang tersebut meninggalkan amalan.

Kemudian, Imam Bukhari pun menambahkan dari kedua ulama tersebut, Imam Bukhari mengatakan bahwa setelah bertemu dengan banyak ulama dari berbagai penjuru negeri, ia melihat bahwa ulama mengemukakan iman adalah perkatan serta perbuatan yang dapat bertambah dan berkurang.

Ulama lainnya seperti Imam Malik, Asy Syafi’i, Al Auza’i serta Ishaq Bin Rahawai memiliki pendapat yang sama mengenai pengertian iman. Iman adalah pembenaran yang dilakukan dengan hati, pengakuan secara lisan, serta diamalkan dengan anggota badan. Menurut para ulama tersebut, amal merupakan salah satu unsur keimanan.

Sahabat nabi seperti Ali bin Abi Thalib berpendapat bahwa iman merupakan ucapan yang diucapkan dengan lidah dan kepercayaan yang diyakini benar dengan hati serta dikerjakan dengan anggota tubuh. Seperti Ali, Aisyah pun memiliki pendapat yang sama mengenai pengertian iman.

Baca Juga: Kursus My Disney Stars and Heroes, Cara Baru Belajar Bahasa Inggris yang Seru Bersama Karakter Disney

5. Jelaskan pengertian dan kandungan dari kalimat tauhid لا إله إلا الله , serta hal-hal yang membatalkan syahadat

Jawban:
Laa ilaaha illallah ( لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ) mempunyai dua rukun:

• An-Nafyu atau peniadaan: “Laa ilaha” membatalkan syirik dengan segala bentuknya dan mewajibkan kekafiran terhadap segala apa yang disembah selain Allah.

• Al-Itsbat (penetapan): “illallah” menetapkan bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah dan mewajibkan pengamalan sesuai dengan konsekuensinya.

Makna dua rukun ini banyak disebut dalam ayat Al-Qur’an, seperti firman Allah Subhanahu wa Ta’ala pada surat Al-baqarah ayat 256.

Baca Juga: Bocoran Kisi-kisi UTS! Konsep Dasar Ekonomi Makro Cabang Ilmu Ekonomi, Pelajari Ini Dijamin Ujian Lancar

Firman Allah, “Siapa yang ingkar kepada thaghut” itu adalah makna dari “Laa ilaha” rukun yang pertama.

Sedangkan firman Allah, “dan beriman kepada Allah” adalah makna dari rukun kedua, “illallah”.

Begitu pula firman Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada Nabi Ibrahim alaihis salam pada surat az-zukhruf ayat 26-27.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala , “Sesungguhnya aku berlepas diri” ini adalah makna nafyu (peniadaan) dalam rukun pertama. Sedangkan perkataan, “Tetapi (aku menyembah) Tuhan yang menjadikanku”, adalah makna itsbat (penetapan) pada rukun kedua.

Yang membatalkan syahadat:
1. Syirik
2. Menjadikan Sesuatu sebagai Perantara untuk Berdoa
3. Membenarkan pemahaman orang-orang musyrik
4. Mengabaikan hukum allah
5. Membenci ajaran yang dibawa nabi
6. Dll

Inilah 5 soal UTS PAI untuk mahasiswa semester 1 perguruan tinggi beserta jawabannya, Semoga ini membantu.***