POJOKSATU.ID - Wanita di Desa Kanekes atau Suku Baduy sudah dikenal memiliki paras cantik, meski wajahnya tanpa riasan kosmetik modern.
Bahkan, kecantikan wanita Baduy bukan hanya dipuji kaum Adam, tapi juga diakui oleh para perempuan lain yang berkunjung ke Desa Kanekes, Banten.
Kaum Hawa yang tinggal di perkotaan dibuat iri, di saat mereka harus merogoh saku sangat dalam untuk perawatan kecantikan, tapi wanita Baduy justru mendapat semua itu secara gratis.
Baca Juga: Serikat Pekerja PT Tenma Indonesia Ajak Pekerja dan Manajemen Bangun Budaya Disiplin
Sebagaimana diketahui, kelompok masyarakat adat Sunda ini tidak menggunakan sabun atau alat kecantikan modern.
Aturan tersebut berlaku bagi laki-laki dan perempuan, dan ada aturan untuk pengunjung yang menginap dilarang memakai sabun, sampo, dan pasta gigi modern saat mandi.
Suku Baduy punya cara sendiri dalam merawat tubuh mereka yang didapatkan dari alam, dan hasilnya bisa dilihat kulit mereka bersih alami tanpa skincare.
Baca Juga: Mayat Bayi Ditemukan di Rengasdengklok, Polisi Langsung Olah TKP
Rambut hitam lebat mereka juga dirawat dengan produk alam, bukan sampo modern yang selama ini dikenal.
Produk modern tersebut tidak digunakan dengan alasan air sabunnya akan mencemari sungai sekitar.
Dari informasi yang beredar, ada banyak tanaman pengganti sabun dan sampo untuk membersihkan diri saat mandi.
Baca Juga: Bunda, Ini Dia Tips Melatih Anak Agar Disiplin Bangun Pagi dengan Cara Menyenangkan
Untuk sabun tubuh biasanya menggunakan batang tanaman honje atau kecombrang, yang ternyata bisa juga dijadikan sampo.
Lalu sabut kelapa yang sudah tua digunakan untuk membersihkan gigi 2 kali dalam sehari, serat-seratnya dipipihkan dulu sebelum digunakan.
Dalam merawat rambut, masyarakat Baduy memakai minyak kelapa yang dibuat sendiri dari santan hingga menjadi minyak.
Baca Juga: Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional Berkelanjutan, Kementan Optimalkan Penggilingan Padi
Minyak kelapa berguna agar rambut lebat dan mencegah kerontokan, mereka biasanya menambahkan bunga kenanga atau daun pandan sebagai pewangi alami.
Kemudian untuk menghitamkan rambut lebat itu, biasanya menggunakan air rendaman kulit gabah padi yang sudah dibakar.
Adapun untuk perawatan wajah, daun rane digunakan sebagai pembersih muka sehingga menghasilkan kulit bersih alami.
Baca Juga: UMKM Kuliner Padang DBFOODS Naik Kelas, BRI Dorong Branding dan Ekspansi ke Pasar Internasional
Daun rane yang berbentuk seperti ceker ayam, hanya diambil yang muda dan dibersihkan sebelum digunakan.
Dalam menggunakannya harus ditumbuk hingga halus, baru bisa digosok ke wajah secara merata dan didiamkan sekitar 10 menit, sebelum akhirnya dibilas.
Ternyata daun rane punya banyak khasiat untuk kesehatan, dari meringankan sakit tenggorokan hingga bagus untuk penderita lambung.
Baca Juga: Perselingkuhan Istri TNI Terbongkar Saat Suami Periksa Handphone Hilda Priscillya yang Sedang Mandi
Namun bagi warga Baduy daun rane dipergunakan untuk kesehatan kulit wajah, sehingga tetap bersih meski tanpa sabun pencuci muka.
Selain itu, ada juga masker dari daun belimbing wuluh untuk membasmi jerawat dan menghilangkan noda di wajah.
Sedangkan agar wajahnya tampak cerah alami, biasanya memakai masker dari tanaman lempuyang.
Berbagai cara alami yang digunakan oleh masyarakat Baduy membuktikan bahwa cantik tak perlu mahal.
Alam sudah menyediakannya secara gratis, hanya saja harus bisa menjaga lingkungan sebagai balas budi karena alam telah menyediakan segala kebutuhan manusia.***




