POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Permainan layangan memang mengasyikan teritama bagi anak-anak, tidak terkecuali juga untuk orang dewasa yang hobi adu ketangkasan layangan.

Untuk diketahui, di tanah air ini banyak berbagai bentuk layangan. Terutama layangan hias, beragam bentuk dan karakter dari berbagai daerah yang ada di tanah air.

Namun kali ini akan membahas layangan aduan ketangkasan, yang sering dipertandingkan secara umum oleh para pecinta layangan.

Baca Juga: HRGA KIIC Karawang Gelar Seminar Ketenagakerjaan di Kampung Turis

Berikut ini penjelasan layangan adu, yang disampaikan Bah Nano pecinta layangan yang pernah bekerja sebagai PNS, kepada pojoksatu.id.

Ukuran layangan untuk adu ketangkasan, pada umumnya ukuran bentang sayap layangannya antara 52 – 58 Centimeter.

Umumnya ada 4 jenis layangan yang ukurannya 52 – 58 Centimeter, yaitu layangan Jabrug, Munaroh, Seot dan Sukoi.

Baca Juga: Sekda Tangsel Dorong Warga Aktif Pilah Sampah Lewat Program Bank Sampah RW

Layangan Jabrug, merupakan layangan yang umum di jual di warung-warung yang biasa berjualan layangan untuk anak-anak.

“Untuk layangan jabrug, rangkanya ada yang keras juga ada yang lentur. Umumnya untuk bermain layangan anak-anak. Tapi bisa juga dipakai untuk pertandingan,” kata Bah Nono, Senin (27/10) kepada pojoksatu.id.

Sedangkan untuk layangan Munaroh, perpaduan antara kerangka keras dan lentur jadi terasa sedang saat di terbangkan.

Baca Juga: Respons Walikota Tangsel Usai PSEL TPA Cipeucang Dibatalkan.

“Saat manuver di udara tidak terlalu berat, Cuma emang agak lambat saat mwngejar lawan,” jelas Bah Nono.

Kemudian ada layangan Seot, layangan ini merupakan layangan ciri khas dari Jawa Barat. Rangkanya sangat lentur, dan tarikannya ringan saat di udara.

“Kalau kata orang sundamah ‘leles liat’, mencerminkan karakter orang sunda,” tambah Bah Nono.

Baca Juga: Dari Tales Beneng sampai Teknologi, Pemuda Banten Unjuk Inovasi di Karnipora 2025

Yang terakhir layangan sukoi, merupakan primadona para anak muda karena manuvernya sangat cepat saat di tarik.

Rangkanya cenderung keras, sehingga membutuhkan angin yang agak kencang. Disamping itu, saat manuver tarikannya cukup berat saat manuver di udara.

“Dari ketiga jenis layangan adu, sukoi merupakan layangan yang paling lincah saat manuver di udara,” tutup Bah Nono.***