POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Mengerikan diduga ada belasan korban pencabulan yang dilakukan oleh guru ngaji di Purwakarta, para korban mayoritas merupakan anak-anak SD dan SMP.

Para orang tua korban dan ratusan warga setempat langsung menggeruduk lokasi guru ngaji cabul tersebut, sayangnya guru ngaji yang berinisial Ustadz Opan itu sudah kabur melarikan diri.

Lokasi tempat kejadian itu berada di wilayah Kecamatan Pondoksalam, sementara guru ngaji Cabul berinisial Ustadz Opan itu saat ini masih dalam pengejaran aparat kepolisian atau DPO.

Baca Juga: Sakit Tak Kunjung Sembuh, Pria di Bali Ditemukan Tewas Gantung Diri

Kabarnya hingga kini, pihak kepolisian masih mendata jumlah korban pencabulan guru ngaji berinisial ustadz Opan tersebut, untuk memastikan jumlah korban yang sebenarnya.

“Untuk saat ini jumlah dugaan korban pencabulan ada 15 orang,” kata salah satu sumber di pihak Kepolisian, yang meminta agar namanya tidak disebutkan saat di konfirmasi via seluller oleh pojoksatu.id, Sabtu (09/12).

Masih menurut sumber, pergerakan massa yang menuju ke lokasi rumah yang juga majelis ta’lim itu berjumlah ratusan orang, massa mencari pelaku ustad cabul tersebut.

Baca Juga: Kamu Harus Tahu! Penemuan dan Transfusi Teknologi Percetakan di Asia Timur dan Hubungannya untuk Transfer Pengetahuan

“Kalau ustadz berinisial O itu ada, kemungkinan tidak akan selamat. Karena massa sudah emosi akan menghakimi pelaku,” tambahnya lagi.

Kejadian dugaan pencabulan yang dilakukan oleh ustadz cabul berinisial Opan tersebut, merupakan kejadian luar biasa yang perlu perhatian serius dari semua pihak.

Karena hal itu menyangkut masa depan anak-anak bangsa yang usianya masih belia, sehingga perlu penangaanan serius.

Baca Juga: Wajib Coba! Ini Dia Resep Papais Pisang Sederhana yang Enak dan Mudah Dibuat

Polisi hingga saat ini masih mendata korban lain yang menjadi korban kekerasan seksual Ustad O. Kemungkinan korban akan terus bertambah, karena sebagian korban masih ada yang di sekolah.

Pojoksatu.id, masih berusaha menghubungi Camat kecamatan pondoksalam, untuk memastikan atas kejadian yang menimpa warga di wilayah kecamatan pondoksalam tersebut.***