POJOKSATU.id - Departemen Biologi FMIPA UI menghadirkan cara unik mengenalkan sains kepada siswa SDIT Raflesia Depok melalui ecoprinting.

Metode mencetak motif alami pada kain ini dipilih sebagai strategi jitu menanamkan nilai bioprospeksi dan konservasi sejak dini.

Lewat interaksi langsung dengan beragam tumbuhan, para siswa belajar memahami struktur daun hingga kekayaan hayati secara menyenangkan.

Baca Juga: Ini Daftar Lengkap Usia Pensiun PNS Terbaru! Jabatan Manajerial dan Fungsional Berbeda Jauh

Ketua tim pengabdian masyarakat, Ade Irma Elvira menuturkan tujuan utama dari kegiatan edukatif tersebut.

"Kegiatan ini untuk mengajak para siswa merasakan belajar Biologi yang dekat dengan kehidupan, kreatif, dan tetap ilmiah," tuturnya, Minggu 30 November 2025.

Senada dengan hal itu, Ketua Program Studi S2 Ilmu Kelautan FMIPA UI, Yasman menjelaskan dampak positif pendekatan eksplorasi.

Baca Juga: STOP Bingung! 8 Buku Wajib Ini Bikin Kamu Auto Lolos PPPK 2025, Sudah Termasuk Kumpulan Soal Terlengkap

"Pendekatan berbasis eksplorasi membuat anak lebih mudah memahami konsep biologi. Mereka belajar sambil menyentuh, mengamati, dan mempraktikkan," jelasnya.

Yasman juga menekankan bahwa tanaman nusantara menyimpan potensi besar sebagai pewarna alami yang estetik sekaligus bermanfaat.

"Pendekatan itu terbukti efektif, karena konsep yang mungkin terkesan abstrak kini terasa nyata bagi para siswa," ungkapnya.

Baca Juga: PPPK Kudus Harus Tahu! Gaji Minimal Disebut Tak Boleh Turun dari Honor Sebelumnya

Selain aspek seni, kegiatan ini menanamkan pemahaman bahwa pemanfaatan potensi biologis harus dilakukan secara bijak tanpa merusak lingkungan.

Beragam jenis daun dari lingkungan FMIPA UI, mulai dari pakis hingga kembang sepatu, menjadi media eksperimen kreativitas para siswa.

Tekanan dan pewarna alami yang dihasilkan menciptakan pola unik di atas kain, memberikan pengalaman visual yang nyata bagi anak-anak.

Wakil ketua kegiatan, Oriza Savitri Ariantie menyebut kolaborasi solid antar elemen kampus dan sekolah menjadi kunci suksesnya acara ini.

Pihaknya berharap metode pembelajaran kreatif ini bisa diperluas ke sekolah lain untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna.

Baca Juga: Naik Status ke PPPK? Ini Hak TPG dan Gaji 13 yang Perlu Anda Ketahui

"Ecoprinting menjadi jembatan sederhana menuju pemahaman lebih luas. Alam menyimpan potensi luar biasa, dan tugas generasi muda untuk menjaganya," ucap Oriza.

Melalui pengalaman langsung seperti ini, kami berharap kepedulian generasi muda terhadap lingkungan mulai tumbuh dan kelak mendorong mereka mengambil tindakan nyata," tambahnya.

Di sisi lain, Ketua Departemen Biologi FMIPA UI, Anom Bowolaksono menegaskan pentingnya metode pembelajaran yang menyenangkan.

Baca Juga: PMII Jakarta Selatan Menyelenggarakan Feed and proper test Kandidat Menuju Konfercab

"Mengenalkan Biologi harus menyenangkan tanpa menghilangkan esensi sains. Kami ingin generasi muda terbiasa berpikir kritis dan menghargai proses ilmiah," tegasnya.

Pihak sekolah pun menyambut positif inisiatif ini sebagai sarana efektif membangun karakter cinta lingkungan.

Kepala Sekolah SDIT Raflesia, Zubaidah mengungkapkan apresiasinya yang mendalam terhadap pihak universitas.

Baca Juga: Ternyata Ini Beda PPPK dan PNS! Gaji Sama, Tapi Ada 1 Hak Penting yang Tidak Dimiliki PPPK

"Kami sangat berterima kasih kepada FMIPA UI, khususnya Departemen Biologi yang telah memberi kesempatan bagi siswa kami untuk belajar Biologi dengan cara yang menarik," ungkapnya.

"Ecoprinting bukan hanya kegiatan seni, tetapi sarana efektif untuk membangun karakter peduli lingkungan dan menumbuhkan kreativitas sejak dini," jelasnya.

"Anak-anak jadi lebih mengenal jenis-jenis tumbuhan serta memahami cara memanfaatkan sumber daya alam secara bijak dan bertanggung jawab," pungkasnya,***