POJOKSATU.ID - Polemik terkait keaslian ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih terus bergulir dan memicu perdebatan luas di tengah masyarakat dan para alumnin Universitas Gajah Mada (UGM).

Meski sudah beberapa kali diklarifikasi oleh pihak terkait, persoalan keaslian ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini kembali mencuat ke permukaan dan menimbulkan kegaduhan politik serta opini yang terbelah.

Isu ini pertama kali ramai diperbincangkan ketika beberapa pihak meragukan keabsahan ijazah sarjana yang dimiliki Presiden Jokowi dari Universitas Gadjah Mada (UGM). 

Kendati pihak UGM maupun Istana Kepresidenan telah menyatakan bahwa ijazah tersebut asli dan sah, sebagian pihak tetap meragukannya dan menuntut pembuktian lebih lanjut.

Baca Juga: Duka Pendaki.Gunung Lawu: Infeksi Paru Jadi Penyebab Perginya Mbok Yem

Belakangan, beberapa tokoh, pengamat politik dan para alumni UGM turut angkat bicara, baik membela maupun mempertanyakan keaslian dokumen tersebut. 

Polemik inipun menjadi ajang perdebatan sengit antara para pendukung dan pengkritik Joko Widodo (Jokowi).

Ahli Forensik Digital, Rismon Hasiholan kepada RadarCirebon.Com menggelar jumpa pers di Sekertariat Kagama Cirebon Jl Brigjen Dharsono, Kabupaten Cirebon menegaskan, agar seluruh alumni UGM mulai angkatan 80 an untuk berani bersuara menanggapi polemik tersebut.

"Harusnya yang sering kita gembar gemborkan, kalau benar polemik ini tidak harus berliku-liku seperti ini. Kalau benar, pak Joko Widodo harus bangga ini loh ijasah UGM saya, dan tunjukkan kepada wartawan. Sesederhana itu sebenarnya, tapi dengan mengulur-ulur maka polemik ini tidak akan pernah tuntas,"tegasnya.

Baca Juga: Pemda Kompak Dukung Sekolah Rakyat, Siap Sediakan Lahan Bahkan Tenaga Pengajar

Terkait empat orang yang dilaporkan ke Bareskrim Polri salah satunya adalah dirinya, Rismon menyebutkan, dirinya siap untuk dipanggil Polisi.

"Nama-namanya dilaporkan itukan belum dirilis Khan. Saya sepanjang berpegang, berprinsip pada kebenaran ilmiah yang saya pegang, dan tidak satu milimeter pun saya akan lari. Kalau tuduhannya pencemaran nama baik, ya silahkan. Dimana saya mencemarkan nama baik?. Analisa ilmiah saya bisa dipertanggungjawabkan bahkan diuji coba oleh orang lain bahkan oleh ahli forensik di Bareskrim Polri,"sebutnya.

Masih di tempat yang sama, Heru Subagia selaku Ketua Kagama Cirebon mengatakan, secara institusi Kagama Cirebon tetap kritis terhadap polemik terkait keaslian ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kami tetap kritis dan mendorong bagaimana secara institusi Kagama Cirebon menjadi buldozer transparansi yang notabenenya pak Jokowi adalah alumni UGM. Sebetulnya niat kita itu ingin membela pak Jokowi betul-betul untuk bisa membuktikan bahwa beliau itu alumni dengan menunjukkan langsung ke publik melalui media, tokoh dan para alumni,"katanya.

Baca Juga: Pemda Kompak Dukung Sekolah Rakyat, Siap Sediakan Lahan Bahkan Tenaga Pengajar

Menurut Heru, alumni UGM kurang mendapatkan dukungan maksimal dari pihak UGM.

"Saya terus terang saja bahwa kepedulian, kepekaan alumni UGM sendiri ini mengalami distorsi, artinya mungkin ada beberapa hal mungkin sudah bosen, mungkin memang tidak peduli, mungkin juga mereka karena terafiliasi dukungannya sebelum, atau mereka menganggap kita-kita ini sebagai musuh mereka apa yang kita kerjakan dan lakukan selama ini,"ucapnya.

Heru juga meminta kepada Annis Baswedan dan Ganjar Pranowo yang merupakan alumni UGM Jangan hanya diam dalam polemik ini.