POJOKSATU.ID,- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Cirebon memastikan akan terus mengawal serta mengawasi proses tahapan kampanye hingga pendistribusian logistik pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 sampai selesai.

Ketua Bawaslu Kabupaten Cirebon, Sadaruddin Parapat Mengatakan, pihaknya sejauh ini masih menerima aduan dan laporan ke Bawaslu terkait pemasangan alat peraga kampanye (APK). Menurutnya Bawaslu sebetulnya sudah sering mengimbau sebagai bentuk agar tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran.

" Namun ketika ternyata melakukan pelanggaran-pelanggaran lagi kita akan tindak lagi. Kalau terkait penertiban APK karena masih masa kampanye sekitar 10 hari lagi dan kita akan lakukan penertiban lagi," terangnya. Usai mengikuti kegiatan simulasi pemungutan suara. di Watubelah kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Rabu (31/01/2024)

Baca Juga: KPU Kabupaten Cirebon Gelar Simulasi Pelaksanaan Pemilu 2024

Selanjutnya, tambahnya untuk pengawasan logistik pihaknya melakukan pengawasan melekat (Waskat) yang melibatkan semua jajaran pengawas Pemilu. Mengawasi mulai dari gudang sampai distribusi ke tingkat kecamatan. 

" Hari ini memang sudah mulai ada beberapa Kecamatan yang didistribusikan logistiknya Kecamatan," ujarnya 

Tambahnya, sejauh ini pihaknya melakukan pengawasan dalam konteks pengawasan barang atau logistik yang sudah di distribusikan ke kecamatan. Adapun terkait barang yang rusak, akunya belum bisa mendapatkan jumlah data secara keseluruhan.

" Karena ini masih proses berjalan maka sejauh ini masih proses ya, jadi kita masih belum bisa mendapatkan data utuhnya. Secara keseluruhan karena masih proses tapi lebih jelasnya itu sudah ada," ujarnya.

Baca Juga: Polda Sumut Berhasil Menangkap Raja Narkoba, 27 Kg Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi Diamankan

Dikesempatan itu ia pun mengimbau kepada seluruh petugas, pengawas tempat pemungutan suara (PTPS) agar senantiasa menjaga kesehatan.

" Memang PTPS sudah terbentuk dan kami mengimbau agar tetap bisa menjaga kondisi fisik yang sehat,menjaga kesehatan dan istirahat yang cukup," tutupnya.