POJOKSATU.ID – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengumumkan penghentian sementara penyaluran bantuan sosial (bansos) beras dan bantuan pangan lainnya.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat penyerapan gabah dan beras dari petani, serta menjaga stabilitas harga pangan.

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menjelaskan bahwa penghentian sementara ini seiring dengan langkah Perum Bulog yang akan menyerap 3 juta ton setara beras di tahun 2025.

Baca Juga: Sri Mulyani Pangkas Belanja Kementerian/Lembaga hingga 90% Apakah Termasuk Anggaran Bansos?

Penyerapan ini diharapkan dapat memberikan insentif bagi petani dan menjaga harga gabah dan beras di tingkat petani tetap stabil.

Hal ini untuk memastikan bahwa petani mendapatkan manfaat maksimal dari hasil panen mereka dan memprioritaskan penyerapan gabah dan beras dari petani terlebih dahulu sebelum kembali menyalurkan bantuan pangan.

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran senilai Rp16,6 triliun kepada Perum Bulog untuk mempercepat penyerapan gabah dan beras dari petani.

Baca Juga: Panduan Mudah Bagaimana Mendapatkan Bansos BPNT, PKH, dan KIS PBI dari Pemerintah

Dengan anggaran ini, Bulog diharapkan dapat membeli gabah dan beras dengan harga yang wajar, sehingga petani tidakDirugikan.

Meskipun penyaluran bansos beras dan bantuan pangan dihentikan sementara, Arief Prasetyo Adi memastikan bahwa program ini akan kembali dilanjutkan setelah panen raya rampung.

Pemerintah akan terus memantau perkembangan harga pangan dan memastikan bahwa bantuan pangan tetap tersedia bagi masyarakat yang membutuhkan.***