POJOKSATU.ID – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Pendidikan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon, Rabu (30/7/2025). 

Mereka menuntut dihentikannya dugaan praktik pungutan liar (pungli) di sekolah-sekolah serta mendesak pembubaran komite sekolah yang dinilai menjadi bagian dari permasalahan tersebut.

Dalam aksinya, massa melakukan orasi secara bergantian di depan gerbang kantor Disdik Kota Cirebon. Mereka juga membakar ban bekas sebagai simbol protes keras terhadap maraknya dugaan pungli yang terjadi di dunia pendidikan.

Selain itu, massa juga mendesak agar menindak tegas oknum-oknum Disdik maupun pihak sekolah yang terbukti melakukan pungli di lingkungan pendidikan.

Aksi unjuk rasa tersebut mendapat penjagaan ketat dari aparat kepolisian Polres Cirebon Kota. Meski sempat memanas, aksi berjalan tertib dan tidak terjadi bentrokan.

Baca Juga: Bisa Tambah Poin Masuk Sekolah Negeri, 1.573 Santri LPQ Semarang Ikuti Ujian Bersama

Tryas selaku koordinator aksi unjukrasa mengatakan, hasil investigasi bahwa telah terjadi praktik pungutan liar di setiap sekolah wilayah Kota Cirebon.

"Hasil investigasi yang dilakukan oleh kami bahwa ada indikasi pungli yang dilakukan oleh sekolah di Kota Cirebon yang mengatasnamakan komite sekolah. Pungli itu salah satunya adalah seragam yang nominalnya bervariatif mulai Rp1 juta hingga Rp3 juta, harga ini sangat tidak rasional,"katanya.

Selain pungli, Tryas menyebutkan, saat penerimaan siswa baru (SPMB) banyak permainan yang dilakukan oleh pihak sekolah.

"Jarak zonasi SPMB ada permainan dilakukan oleh Disdik Kota Cirebon dan pihak sekolah. Banyak calon siswa yang jarak rumahnya dekat dengan sekolah (SMP) tidak diterima, sedangkan yang jaraknya lebih jauh dari sekolah diterima. Ini jangan-jangan ada permainan yang dilakukan oleh oknum panitia SPMB. Kami melakukan aksi ini berdasarkan curhatan dari para orang tua siswa,"sebutnya.

Tryas menegaskan bahwa praktik pungli di lingkungan sekolah sangat membebani orang tua murid, terutama dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.

Baca Juga: Seleksi Calon Anggota Komisi Informasi Provinsi DKI Jakarta Periode 2025–2029 Resmi DIBUKA, Simak Persyaratan dan Tahapannya

"Kami menuntut agar praktik pungli di sekolah segera dihentikan. Bubarkan komite sekolah yang kerap dijadikan dalih untuk memungut uang dari orang tua murid," tegasnya.

Hingga akhir unjukrasa, massa tidak dapat bertemu dengan Kepala Disdik Kota Cirebon Kadini maupun perwakilannya. Mereka mengancam akan menggelar aksi unjukrasa yang lebih besar pada pekan depan. 

Sementara itu, para wartawan yang juga hendak konfirmasi ke Kadisdik Kota Cirebon pun tidak berhasil ditemui karena menurut informasi dari petugas Disdik Kota Cirebon bahwa Kadisdik Kota Cirebon Kadini sedang tidak ada di kantor.***