POJOKSATU.ID — Bank Indonesia Jawa Barat mengingatkan potensi dampak negatif dari memanasnya perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok terhadap perekonomian global dan domestik.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Muslimin Anwar, menyatakan fragmentasi ekonomi global diperkirakan akan meningkat seiring dengan kebijakan tarif resiprokal yang diumumkan kedua negara pada April 2025.

Baca Juga: LANGKAH SELANJUTNYA Usai Terpanggil PPG Guru Tertentu 2025 Batch 1, Simak CONTOH UNDANGAN di SIMPKB, Segera Siapkan Berkas Lapor Diri ke LPTK

“Pertumbuhan ekonomi global tahun ini diperkirakan melambat dari 3,2 persen menjadi 2,9 persen secara tahunan. Tekanan terbesar diprediksi terjadi di Amerika Serikat dan Tiongkok, dan ini akan berimbas ke negara maju maupun berkembang lainnya,” ujarnya saat ditemui di kantor Bank Indonesia Jawa Barat.

Indonesia, termasuk di dalamnya Jawa Barat, turut terdampak dari situasi tersebut. Muslimin menyebut, Indonesia menjadi salah satu dari 75 negara yang dikenai tarif universal sebesar 10 persen, serta tarif khusus hingga 32 persen untuk sejumlah produk. Kondisi ini diyakini akan menekan volume perdagangan dunia sekaligus ekspor Indonesia.

Baca Juga: Rizal Fadillah yang Dilaporkan Jokowi ke Polda Tiba-tiba Kecelakaan Ditabrak Orang Saat Pulang ke Rumah

Meski demikian, ia melihat peluang relokasi industri akibat lonjakan tarif ke Indonesia. “Namun, persaingannya ketat karena negara lain juga mengincar peluang yang sama. Kita harus lebih kreatif dalam menyiapkan kebijakan domestik,” ucapnya.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Bank Indonesia Jawa Barat terus mendorong penguatan permintaan domestik, khususnya di sektor-sektor yang terdampak langsung seperti tekstil, alas kaki, karet, dan elektronik.

Salah satu langkahnya adalah dengan memperluas program pendampingan bagi pelaku UMKM.

Baca Juga: Cara Asik, Tidak Usah PANAS DINGIN, Mudah Nih Memahami Materi Suhu dan Perubahannya, Mengenal Skala dan Termometer dalam Kehidupan Sehari-hari

“Tahun ini kami memberangkatkan 15 UMKM fashion ke sekolah mode Esmod dan memperluas program ekspor coaching. Dari 30 peserta tahun lalu, 15 berhasil ekspor. Tahun ini targetnya lebih banyak, ke negara-negara non-tradisional seperti Afrika dan Timur Tengah,” jelas Muslimin.

Di tengah tekanan global, perekonomian Jawa Barat masih menunjukkan ketahanan. Pada triwulan I 2025, ekonomi Jabar tumbuh sebesar 4,98 persen, melampaui capaian nasional di angka 4,7 persen.

BI Jabar mematok target pertumbuhan ekonomi provinsi ini di kisaran 4,5 hingga 5,3 persen sepanjang 2025, meski mengalami revisi dari proyeksi awal.

Baca Juga: RESMI! PESERTA PPG Guru Tertentu 2025 Didominasi Guru Non ASN, 25 Ribu Guru BATAL TERPANGGIL, Simak Rinciannya, Peluang Guru ASN Terpanggil Kecil?

Bank Indonesia, kata Muslimin, akan terus memantau perkembangan global dan domestik secara cermat, serta menyesuaikan kebijakan guna menjaga stabilitas makroekonomi di tengah dinamika global pasca terpilihnya kembali Presiden Trump dan kebijakan tarifnya. ***