POJOKSATU.ID,- Banjir yang melanda sebagian di wilayah timur Kabupaten Cirebon telah mengakibatkan kerugian besar bagi para petani bawang. 

"Lebih dari 15 ribu hektar lahan pertanian terdampak, dengan tanaman bawang menjadi salah satu yang paling parah terkena dampak," ungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Alex Suheriyawan. Jumat (8/03/2024)

Alex menjelaskan, sektor pertanian, termasuk tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan, menghadapi dampak serius pasca banjir. Lebih dari 15 ribu hektar tanaman bawang merah terkena dampak pembusukan akibat banjir. 

"Selain itu, sementara kerugian pada sektor peternakan meliputi dari 34 ekor kerbau, 495 sapi, dan 1090 domba, namun sebanyak 3 sapi dan 26 domba menjadi korban langsung," ungkapnya.

Baca Juga: 4 Langkah Pengendalian Inflasi Jelang Ramadhan dari Bank Indonesia

Ia mengatakan, saat ini Pemerintah sedang berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memberikan bantuan dan pemulihan lahan yang terkena dampak banjir. Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) disebar ke seluruh wilayah Kabupaten Cirebon untuk membantu masyarakat yang terkena dampak.

Tambahnya, bahwa pihaknya juga melakukan pendataan dan penilaian kerugian yang terjadi, untuk memberikan bantuan melakukan perbaikan jaringan irigasi dan penanaman ulang untuk lahan yang terkena dampak parah akibat banjir.

" Dalam menghadapi situasi ini, pemerintah berkomitmen untuk terus memberikan bantuan dan dukungan kepada petani dan peternak yang terdampak," ujarnya.

Sementara untuk tanaman padi kata dia, masih dalam proses pendataan karena ada dampak yang dikategorikan berat, seperti tanaman yang langsung mati atau membeku, serta yang tergenang kemudian hilang.

Baca Juga: Pencipta Serial Dragon Ball 'Akira Toriyama' Meninggal Dunia, Tinggalkan Beberapa Karya Manga yang Belum Dirilis

Ia pun menekankan bahwa antisipasi dan perawatan dini sangat penting, terutama untuk tanaman padi yang masih dalam waktu satu hari terendam. Dengan berbagai macam treatment yang dilakukan, diharapkan kerugian dapat diminimalkan.

"Banjir memang telah menimbulkan dampak serius bagi sektor pertanian di Kabupaten Cirebon, namun dengan upaya pemulihan yang terus dilakukan, diharapkan para petani dan peternak dapat segera pulih dari musibah ini," tutup Alex.