POJOKSATU.id, SURABAYA-- Sebagian besar keberangkatan umroh di Jawa Timur masih terpusat melalui bandara di kota-kota besar seperti Surabaya.
Hal yang sama juga terjadi pada calon jamaah umroh dari kawasan lingkar Wilis, meliputi Kediri, Tulungagung, Blitar, Nganjuk, hingga Trenggalek.
Kondisi ini tidak hanya menambah waktu tempuh, tetapi juga meningkatkan kelelahan, terutama bagi jamaah lanjut usia.
Dhoho International Airport menjadi tonggak baru dalam mempermudah perjalanan jamaah tanpa harus melalui perjalanan darat menuju kota besar seperti Surabaya atau Jakarta.
Dhoho International Airport berlokasi di Kediri atau di kaki Gunung Wilis. Bandara Doho terletak sekitar 125 kilometer sebelah barat daya Surabaya.
Bandara ini mulai beroperasi untuk penerbangan domestik pada 5 April 2024, dan dirancang untuk dapat melayani penerbangan internasional.
Poppy Finalia, Marketing Communication Dhoho International Airport menjelaskan, perubahan paling signifikan adalah dari sisi kemudahan akses dan efisiensi waktu.
"Jamaah tidak lagi perlu menempuh perjalanan darat berjam-jam sebelum terbang, sehingga perjalanan ibadah menjadi lebih nyaman," kata Poppy, Sabtu (9/5/2026).
Baca Juga: Ini Syarat Mutasi Dapodik Guru Sekolah Swasta Pindah Ke Sekolah Negeri!
Menurut Poppy, hadirnya Dhoho International Airport sebagai salah satu pintu keberangkatan umroh di Indonesia. Ini juga mendapat sambutan hangat oleh Kementerian Haji dan Umrah RI, Irfan Yusuf.
Keberlangsungan pintu gerbang umroh dari Kediri ini diproyeksikan tidak berhenti pada layanan umroh saja. Poppy juga menjelaskan perencanaan jangka panjang juga akan meliputi titik awal keberangkatan haji.
"Kami juga berharap Bandara Dhoho dapat terpilih sebagai salah satu embarkasi keberangkatan haji, sehingga dapat memberikan kemudahan yang lebih luas bagi jamaah haji, khususnya dari wilayah selatan Jawa Timur," ujarnya.
Dalam peninjauannya secara langsung pada Desember 2025 lalu, ia menekankan komitmen pemerintah dalam memperkuat tata kelola serta ekosistem penyelenggaraan Haji dan Umroh.
“Bandara Dhoho memiliki potensi besar untuk menjadi hub penting bagi pasar umroh Jawa Timur yang terus tumbuh. Ini peluang besar untuk menghadirkan layanan keberangkatan yang lebih dekat, mudah, dan efisien bagi masyarakat,” ujar Irfan.
Peluang ini turut dimanfaatkan oleh berbagai pihak, termasuk PT Capital Abadi Jaya, yang mulai mengembangkan inisiatif kolaborasi dengan travel agent di wilayah Jawa Timur. Potensi pertumbuhan dari wilayah lingkar Wilis ini bagi mereka adalah solusi umroh yang lebih dekat, dan efisien.
“Kami melihat adanya perubahan kebutuhan jamaah—mereka menginginkan perjalanan yang tidak hanya terjangkau, tetapi juga dimulai dari titik yang lebih dekat dengan domisili mereka,” ujar staff manager dari PT Capital Abadi Jaya.
Diketahui, setiap tahunnya, Indonesia memberangkatkan sekitar 1,5 juta jamaah umroh. Tingginya kebutuhan pasar akan ini membutuhkan konektivitas udara yang efisien, kolaborasi erat dengan berbagai pemangku kepentingan, serta solusi inovatif untuk menjawab kebutuhan layanan yang terus dinamis.***




