POJOKSATU.id - Bekerjasama dengan Yayasan Astha Cita Masykur, Badan Bank Tanah menggelar program pemberdayaan peternakan bagi subjek Reforma Agraria.
Program peningkatan kapasitas usaha masyarakat di sektor peternakan sebagai bagian dari implementasi Reforma Agraria ini berorientasi pada penguatan ekonomi lokal dan keberlanjutan.
Pelatihan yang diikuti 65 peserta ini digelar di Cianjur dan Bogor pada 9-10 Januari 2026.
Di hari pertama, peserta diberikan pelatihan pengelolaan peternakan dan praktik pembuatan pakan silase.
Baca Juga: Mendagri Minta Tambahan 15.000 Personel TNI Polri Bersihkan Lumpur di Aceh Sumut dan Sumbar
Disampaikan langsung pendiri Garuda Farm Bogor, Satriyo Ardi, S.Pt, materi pelatihan mencakup pengelolaan peternakan rakyat, efisiensi pakan.
Selanjutnya peserta diarahkan melakukan praktik langsung pembuatan silase sebagai alternatif pakan ternak yang berkelanjutan.
Sementara di hari kedua, dilanjutkan dengan studi banding pengelolaan peternakan modern berkelanjutan di Garuda Farm Bogor yang diikuti 25 peserta.
Pada kegiatan ini, peserta melakukan observasi langsung terhadap penerapan sistem peternakan terintegrasi, manajemen pakan, serta pengelolaan usaha peternakan berbasis keberlanjutan.
Plt. Kepala Badan Bank Tanah, Hakiki Sudrajat, mengatakan program pemberdayaan merupakan bagian penting dari pelaksanaan Reforma Agraria agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, Reforma Agraria tidak hanya soal legalitas lahan, tetapi juga bagaimana lahan tersebut dapat dimanfaatkan secara produktif.
Bank Tanah juga terus mendorong kolaborasi berbagai pihak dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di wilayah HPL Badan Bank Tanah.
"Peningkatan kapasitas masyarakat menjadi kunci untuk mendorong kemandirian ekonomi yang berkelanjutan," ujar Hakiki.
Badan Bank Tanah menegaskan, program pemberdayaan masyarakat akan terus dilaksanakan secara bertahap di wilayah HPL Cianjur.
Ini dilakukan sebagai bagian dari strategi jangka menengah untuk memperkuat implementasi Reforma Agraria dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Wakhid Masykur, Perwakilan Yayasan Astha Cita Masykur menyatakan, sinergi ini diharapkan dapat memperkuat keterampilan masyarakat dalam mengelola usaha peternakan secara lebih efektif.
Menurutnya, pemberdayaan masyarakat harus dilakukan secara bertahap dan konsisten.
Baca Juga: Viral Makanan MBG Diplastikkin, Publik Heboh! Ini Penjelasan Resmi SPPG dan BGN
Melalui pelatihan dan studi banding ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga pemahaman mengenai pengelolaan usaha peternakan yang lebih terstruktur, efisien, dan berorientasi jangka panjang.
"Sinergi dengan Badan Bank Tanah diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah Reforma Agraria," ucap Wakhid.
Sementara itu, Satriyo Ardi menilai, pemanfaatan teknologi sederhana seperti silase dapat membantu peternak rakyat menekan biaya produksi.
Baca Juga: Aceh Tak Terkena Efisiensi Anggaran 2026, Wagub Sampaikan Terima Kasih ke Prabowo, Dasco dan Purbaya
"Dengan teknik manajemen pemeliharaan dan pakan ternak yang tepat, peternakan rakyat dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing sehingga dapat mandiri, berkelanjutan dan menjangkau pasar lebih luas," ujarnya.***




