POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Aparat Penegak Hukum (APH) dari kepolisian diminta turun tangan prihal adanya kecelakaan kerja di lokasi proyek yang diduga belum kantongi izin.

Selain diduga belum kantongi izin, masalah keselamatan kerja dilokasi proyek tersebut juga sangat rendah hingga terjadi kecelakaan dan memakan korban.

Diketahui, warga yang mengalami kecelakaan kerja bernama Nandar warga asal Kampung Cibodas, RT 03 RW 09 Desa Cibodas Sukatani.

Baca Juga: DCS Daftar Nama-nama Caleg DPRD Purwakarta 2024 dari Partai Gerindra

Kecelakaan kerja di proyek tersebut terjadi siang tadi sekitar pukul 11.00 WIB, korban tengah kerja saat tengah mengerjakan proyek dilokasi.

“Kejadiannya siang tadi, di lokasi proyek pembangunan universitas Karya Mulia,” kata Asep Undang Juana, salah seorang tokoh pemuda sekitar yang memberitahukan kepada pojoksatu.id, melalui sambungan seluler, Sabtu (26/08).

Masih menurut Asep Undang Juana, atau yang biasa disapa Alek, keluarga korban meminta pertanggungjawaban pihak yayasan yang sedang membangun proyek tersebut.

“Keluarga korban minta pertanggungjawaban pihak yayasan, atas kejadian kecelakaan kerja tersebut,” tambah Alek.

Baca Juga: Berikut Nama-Nama Caleg DPRD Purwakarta Dari Partai Nasdem, Target Menjadi Partai 3 Besar Kabupaten Purwakarta

Korban saat ini dilarikan ke bagian ICU Rumah Sakit Bayu Asih, karena mengalami luka yang cukup serius di bagian kepala sehingga perlu penanganan yang sangat serius.

Dari foto yang dikirimkan ke redaksi pojoksatu.id, tampak kepala korban bagian atas mengalami luka yang cukup panjang, diperkirakan luka korbannya mencapai belasan centi meter.

“Keluarga korban ngadu ke saya, pihak yayasan hanya memberi uang 200 ribu rupiah untuk berobat. Sementara korban harus di operasi serius, karena hasil scan luka dikepala korban mencapai belasan centi meter,” beber Alek.

Baca Juga: Tiga Rumah Makan Favorit Di Kabupaten Purwakarta, Sampai Pengunjungnya Mencapai Ribuan Orang

Saat ini, korban masih ditangani oleh pihak medis di rumah sakit bayu asih, masih dalam penanganan serius di rumah sakit.

“Pihak yayasan tidak ada yang ngantar ke rumah sakit,” jelas Alek.

Bila melihat luka korban, jelas pihak yang bertanggungjawab dalam pekerjaan yang katanya untuk pembangunan universitas itu lalai karena tidak memakai alat keselamat kerja.

“Sefetynya tidak ada, pekerja tidak pakai Helm pengaman dan sepatu bot. Sehingga terjadilah kecelakaan kerja yang cukup fatal,” beber Alek.

Selain itu, Alek juga menyayangkan pihak yayasan yang tengah membangun proyek yang katanya untuk universitas tersebut, karena dinilai cukup arogan kepada warga sekitar.

Baca Juga: Pejabat Ini Kemungkinan Besar Tersakiti Anne Ratna Mustika,Saat Ini Malah Jadi Calon Kuat Pj Bupati Purwakarta

Alek menerangkan, bahwa ada kejadian warga yang membuat warung di proyek lokasi pembangunan universitas karya mulia tersebut kabarnya mau di usir dari lokasi proyek tersebut.

“Iya ada juga pengaduan warga yang ngewarung di lokasi tersebut, katanya sih mau di usir tidak boleh jualan di lokasi proyek,” tutup Alek, mengakhiri pembicaraan.

Hingga berita ini diturunkan, pojoksatu.id masih berusaha menghubungi pihak penanggung jawab proyek di lokasi tetsebut, baik dari pihak Yayasan maupun Universitasnya untuk memberikan klarifikasi.***