POJOKSATU.id - Seorang gadis nekat memanjat menara pemancar jaringan Radio Pemerintah Kabupaten (Tower RPK) di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada hari Selasa (28/11/2023).

Gadis tersebut memiliki niat untuk mengakhiri hidup karena sering menjadi korban bully di sekolah.

Beruntung, tindakan nekat gadis tersebut berhasil dicegah oleh tim penyelamat dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kukar.

Setelah berhasil diselamatkan, anak perempuan tersebut segera mendapatkan penanganan lebih lanjut dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) di bawah Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutai Kartanegara.

Baca Juga: Viral Mahasiswa UIN Jambi Bully Mahasiswi, Buka Tutup Pintu Lift

Faridah, Kepala UPTD PPA, menjelaskan bahwa setelah insiden tersebut, pihaknya langsung mengambil tindakan untuk merawat korban yang saat itu masih dirawat di rumah sakit.

"Pada malam hari, psikolog kami telah mengevaluasi kondisinya, dan anak tersebut telah kembali ke rumah bersama orang tuanya," ujar Faridah.

Faridah menjelaskan bahwa setelah mendapat pendampingan, anak perempuan tersebut berusaha mengakhiri hidup akibat sering menjadi korban bully di sekolah.

Dia menyampaikan bahwa pada hari kejadian, korban juga ditegur oleh ayahnya karena tidak mengikuti perintah untuk menjemput adiknya.

Baca Juga: Tampang Mahasiswa Bully Wanita UIN Jambi Bercadar, Akunnya Ditandai Netizen Biar Sanksi Sosial Bekerja

"Melihat latar belakang di mana anak ini sering mengalami bullying di sekolah dan menghadapi masalah di rumah, maka muncul keinginan untuk bunuh diri," ungkapnya.

"Berikutnya, anak perempuan tersebut akan menerima penanganan lanjutan sesuai dengan kebutuhannya dan akan terus didampingi secara psikologis," tambah Faridah.

Faridah juga mengingatkan kepada semua pihak untuk mencegah terjadinya bullying di sekolah, karena hal tersebut dapat memiliki dampak yang sangat berbahaya.

"Dampaknya sangat serius, bahkan sampai membuat korban memiliki keinginan untuk bunuh diri," tegasnya.***