POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Ini bukan dongeng atau cerita di negeri konoha, ini kisah pilu di Kabupaten Purwakarta ketika habis manis sepah di buang.

Kejadian ini cocok dengan back ground lagu yang diunggah oleh Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein ( Om Zein ) beberapa waktu lalu dalam status Whatsapp nya.

‘Lelaki Langit Lelanang Bejat’, kelakuan ASN di Purwakarta ini cocok dengan judul lagu tersebut, karena akhirnya meninggalkan sang wanita yang sudah di hisap sari madu kewanitaannya lalu ditinggalkan.

Baca Juga: Viral Kisah Teknisi Franky Lolos dari Maut Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Gunung Bulusaraung

Semut saja Mr.+++ saat sebelum menjadi ASN ( masih sengsara ), berhubungan dengan seorang wanita berinisial AN.

Rayuan maut dijalankan Mr.+++ kepada AN, bahwa kelak masa depannya akan membahagiakan karena bakal menjadi ASN.

Akhirnya AN terkena gombalan Mr.+++ hingga akhirnya, kesucian yang selalu dijaga direnggut ibarat bunga yang dihisap sarinya oleh si kumbang jalang.

Baca Juga: Skema Lengkap Penghapusan Girik 2026 Terungkap! Begini Aturan Resmi dan Solusi Pemerintah

Setelah puas, AN kemudian dicampakan oleh Mr.+++, hingga membuat merana dan seperti bunga yang layu karena sarinya dihisap si lelanang bejad.

Setelah Mr.+++ menjadi ASN berpenghasilan lebih, dirinya tega mencampakan AN. Dan memilih dengan menikahi wanita lain bahkan kabarnya kini memiliki anak.

AN akhirnya, mengadukan hal itu kepada Penasehat Hukum ( PH ), untuk mencari solusi atas persoalan harga diri dan kesuciannya yang telah di renggut.

Baca Juga: Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Tiba di Posko DVI Biddokes, Petugas Akui Evakuasi Berlangsung Selama 3 Hari

Penasehat Hukum AN, saat dihubungi pojoksatu.id, membenarkan hal tersebut, bahwa kliennya memang diperlakukan seperti itu.

“Iya om, perkaranya ada di kita. Kita upayakan kedua belah pihak untuk mediasi, solusinya seperti apa,” kata PH AN, kepada pojoksatu.id, Selasa (20/01).

Jadi, back ground judul lagu di status Whatsapp Om Zein, sangat mengena dengan fakta tersebut ‘Lelaki Langit Lelanang Bejad’.***