POJOKSATU.ID - Ketua KAGAMA (Keluarga Alumni Gadjah Mada) Cabang Cirebon, Heru Subagia, menyatakan bahwa pihaknya telah mengirimkan dokumen resmi kepada Presiden Joko Widodo.

Dokumen tersebut dikirim melalui Kantor Pos sebagai langkah awal untuk mendorong penyelesaian persoalan yang sedang ramai diperbincangkan publik terkait keabsahan ijazah Presiden Jokowi.

Dalam pernyataannya, Heru menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya audiensi dan ajakan dialog terbuka yang melibatkan berbagai pihak, termasuk para pakar digital forensik sosok yang belakangan ini menjadi sorotan karena analisis mereka terkait dugaan ijazah palsu Presiden.

“Mereka saat ini justru sedang menghadapi tekanan hukum, bahkan Pak Jokowi melalui kuasa hukumnya telah melaporkan mereka ke Polda Metro,” ujar Heru. 

Baca Juga: Polisi Tangkap Dua Pelaku Geng Bonvis, Pelaku Penyerangan di Kawasan Rumah Sahroni di Tanjung Priok

“Sebagai alumni UGM, kami prihatin. Kami ingin membawa persoalan ini ke ruang dialog, bukan konflik.” sambungnya.

Heru juga menegaskan bahwa surat yang dikirim sudah ditandatangani secara resmi oleh Ketua dan Sekretaris KAGAMA Cirebon, yang mewakili kelembagaan alumni UGM di wilayah tersebut.

Dalam surat tersebut, KAGAMA Cirebon mengakui bahwa Presiden Jokowi merupakan bagian dari alumni UGM. 

Namun, mereka juga menyoroti bahwa situasi yang berkembang saat ini menunjukkan ketidakbaikan, terutama karena munculnya kegaduhan publik yang bersumber dari pertanyaan soal keabsahan ijazah.

Baca Juga: Momen Hari Pendidikan Nasional Hasbullah Rahmad Ingatkan Jawa Barat Sudah Saatnya Melompat

“Oleh karena itu, kami menginisiasi pertemuan yang bersifat kekeluargaan, melibatkan para ahli dan juga Pak Jokowi sebagai pihak utama, agar permasalahan ini bisa dibahas secara terbuka, jujur, dan menyeluruh,” pungkas Heru.***