POJOKSATU.ID- Isak tangis mewarnai pemakaman almarhum Andriansyah, korban kecelakaan KA Turangga dan KA Commuterline Baraya Jumat 5 Januari 2024 kemarin, di Haurpugur, Cicalengka.

Kepergian Pramugara KA Turangga, Ardiansyah, menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga dan kerabat dekatnya.

Kakak Ipar Korban, Robby Dzulfaqor, menjelaskan bahwa adik iparnya ini baru saja dikaruniai anak laki-laki kedua yang masih berusia 17 hari.

Baca Juga: Gerakan Panrannuangku Sosialisasikan Program Unggulan Ganjar-Mahfud untuk Masyarakat Prasejahtera dan Anak Muda di Takalar

"Dua (anaknya), (yang pertama) umur 7 tahun sekarang baru kelas 1 dan yang kedua baru dua Minggu lebih. Cowo dua-duanya," kata dia ketika ditemui di rumah duka pada Sabtu (6/1).

Sebelum berangkat untuk bekerja pada Rabu (3/1), Ardiansyah sempat berpesan pada anaknya yang pertama agar menjaga ibunya dengan baik.

Hal itu seolah menjadi firasat dan pertanda dari Ardiansyah bakal pergi meninggalkan keluarga kecilnya untuk selama-lamanya.

Baca Juga: Kembangkan Produk UMKM ke Mancanegara, Emak-emak di Jawa Timur Suarakan: Ganjar-Mahfud Menang Pilpres 2024

"Ke anak yang paling gedenya bilang kalau papih kerja, titip si bunda ya, jagain si bunda. Yang terakhir itu seperti itu aja sih ke istrinya," jelasnya.

Sementara, di mata keluarga besarnya, Ardiansyah dikenal sebagai anak saleh. Ardiansyah merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Selama ini, selain menafkahi istri dan dua anaknya, Ardiansyah juga mesti menghidupi orang tua dan adik perempuannya.

"Iya (tulang punggung keluarga)" jelasnya.

Robby menuturkan, Ardiansyah pertama kali bekerja di PT Reksa Mukti Usaha (anak perusahaan PT KAI) pada tahun 2020 sebagai Pramugara. Kemudian, sekitar tahun 2021, Ardiansyah sempat mengundurkan diri sebagai Pramugara dan bekerja di Bank Syariah Indonesia (BSI).

Baca Juga: Dua Pemuda Rampok Supir Ojol di Deli Serdang Menggunakan Gunting, 1 Sepeda Motor Raib.

Namun, dikarenakan memiliki hobi traveling, Ardiansyah lalu memutuskan kembali bergabung di PT Reksa Mukti Usaha pada tahun 2023 dan menjadi Pramugara. Tak hanya ditugaskan di KA Turangga, Ardiansyah juga acap kali ditugaskan di kereta jurusan lain seperti KA Malabar.

"Passion-nya dia itu traveling, jadi saat bekerja di BSI juga dia komunikasi sama saya pengen balik lagi ke PT KAI dan dia beberapa kali dia daftar dan terakhir itu dia keterima lagi sebelum istrinya melahirkan," papar dia.

Meski masih menyisakan duka mendalam, Robby meyakini Ardiansyah dapat diterima di tempat terbaik Allah SWT. Apalagi, Ardiansyah meninggal dunia pada hari yang baik menurut pandangan Islam yakni hari Jumat.

Baca Juga: Cegah Terjadinya Pelanggaran, Polresta Deli Serdang Lakukan Penjagaan Ketat Pada Proses Pelipatan Suara Pemilu 2024

"Dia (Ardiansyah) itu bukan orang besar tapi Alhamdulillah yang nyambut sama dari pihak pemerintahan dan dari pihak swasta, Alhamdulillah. Malam juga Pak Bupati ke sini dan itu membuktikan bahwa almarhum itu salah satu anak yang saleh," paparnya.

Sebelumnya diberitakan, ada empat orang meninggal dunia dalam kejadian itu yang terdiri dari masinis, asisten masinis, pramugara, dan petugas PAM di Stasiun Cimekar. Berikut ini data korban meninggal dunia:

1. Enjang Yudi sebagai Petugas PAM Stasiun Cimekar;
2. Julian Dwi Setiyono sebagai Masinis KA 350 Commuterline Bandung Raya;
3. Ponisam sebagai Asisten Masinis KA 350 Commuterline Bandung Raya;
4. Ardiansyah sebagai Pramugara KA Turangga. ***