POJOKSATU.ID - Jelang pendaftaran calon kepala daerah (Cakada) partai politik (parpol) tidak asal dalam memberikan rekomendasi pada figur atau tokoh yang tidak kompeten dan hanya mengandalkan popularitas.
Pemilihan kepala daerah (Pilkada) harus menghasilkan pemimpin yang memahami untuk menyelesaikan persoalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Perhimpunan petani peternak nelayan pantura Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunitas Cirebon (P3NP DPP FORKOCI), Arif Awod, Senin (19/8).
Arif menegaskan figur pemimpin yang diharapkan masyarakat adalah figur yang mampu mengayomi dan inovatif untuk memajukan Kabupaten Cirebon. Artinya Bupati Cirebon tidak perlu mengumbar janji manis tapi jalan masih banyak yang rusak.
Baca Juga: 15 Anak Ikuti Sunatan Massal Gratis di Program KPM UI BBC
Untuk itu parpol harus jeli dengan mendorong wajah baru sebagai kandidat calon kepala daerah, karena pasangan bupati periode 2018 lalu terbukti tidak mampu memecahkan persoalan yang dikeluhkan masyarakat.
“Selain mantan bupati Imron dan wakilnya Wahyu Tjiptaningsih, sekarang banyak figur bermunculan, diantaranya Pengusaha SPBU, Haji Sueb, Sekretaris DPC PKB, Waswin Janata, Ketua Apindo, Asep Soleh, Mantan Bendahara TKD, Mohamad Bisri Robis dan kalangan santri seperti Abdullah Syukri, Nurjaman bis jadi kuda hitam sebagai bupati mendatang,” singkatnya.
Sementara itu mantan Bendahara TKD 02 Kabupaten Cirebon, Mohamad Bisri Robis berpandangan Calon kepala daerah tingkat Kabupaten atau kota harus memiliki spirit yang sama dengan Gubernur dan Presidennya, agar program pemerintah pusat dan daerah dapat seirama dalam meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat.
“Saya yakin semua parpol atau koalisi sudah memiliki kader-kadernya yang kompeten yang akan diusung maju kontestasi pada Pilkada di Kabupaten Cirebon,” kata koordinator relawan bolone mase Ciayumajakuning tersebut.
Disinggung namanya digadang-gadang sebagai salah satu kudu hitam kandidat wakil bupati mendampingi calon yang akan diusung KIM Kabupaten Cirebon, Bisri mengaku paska pemilihan presiden sudah tidak berkecimpung dalam dinamika politik lokal atau pemilihan bupati Cirebon.
“Saya sadar diri, bukan kader parpol hanya relawan capres Prabowo Gibran dan tidak memiliki kapasitas mendampingi siapapun yang akan diusung koalisi parpol,” ujarnya.
Namun begitu, Bisri memastikan membuka diri pada para elit politik di daerah maupun pusat siap mendukung dan memenangkan pasangan calon yang diusung Koalisi Indonesia Maju pada Pilgub Jabar dan Pilgub Cirebon.
Baca Juga: Dibuka Mulai Besok, Ada 3.278 Formasi CPNS di KPU, Cek Zona Penempatannya Di Sini
“Jika dibutuhkan saya siap mendukung calon gubernur dan bupati dari koalisi agar program Pemerintahan Prabowo Gibran bisa seirama sampai pelosok daery dan dirasakan seluruh rakyat,” tutupnya.




