POJOKSATU.ID - Jajaran pengurus DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Majalengka menyodorkan 9 poin konsep esensial, untuk bacalon di Pilkada serentak.

Hal ini diungkapkan Ketua DPC PKB Majalengka Kombes Pol (Purn) Juhana Zulfan. Menurut Ketua Umum Komunikasi Alumni Babakan (Makom Albab), ada 9 point penting yang perlu difahami dan dijadikan pertimbangkan bagi Calon Pemimpin Daerah Majalengka.

Pertama, harus mampu mendesain visi, misi, tujuan dan strategi yang konperhenshif untuk minimal jangka pendek 5 tahunan. 

"Ini perlu diterapkan analisis SWOT untuk menentukan perencanaan program yang tepat sasaran sesuai sekala prioritas," ucapnya Minggu (21/4)

Baca Juga: Terlalu Sering Berbagi Makanan Bekas Gigitannya ke Asisten dan Kru, Nagita Slavina Panen Kritikan, Istri Raffi Ahmad Itu Diingatkan soal Adab

Kedua, lanjut dia, harus cerdas menangkap peluang terutama dalam mengelola Bandara Internasional Kertajati, itu membutuhkan penanganan yang cermat dan tepat untuk menarik para investor agar dapat memberi kontribusi peningkatan PAD.

"Poin ketiga, calon kepala daerah itu harus mampu merespon munculnya perusahaan2 di daerah ini. Dan perlu merumuskan secara konprehenship penataan kawasan industri tersebut dengan mempertimbangkan melalui amdal lalin (analisah mengenai dampak lingkungan dan lalu lintas),"tuturnya

"Dalam penataan kawasan harus berimbang secara proporsional. Disamping itu, perlu membuat payung hukum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, seperti perlindungan bagi tenaga kerja lokal, pendidikan keterampilan, pengelolaan dana CSR secara transparan, pengelolaan limbah industri untuk peningkatan peran usaha koperasi dan UKM, dan lain-lain," sambungnya

Keempat, peningkatan sektor wisata yang belum terkelola dengan baik, serta sektor-sektor lainnya seperti pendidikan, kesehatan, budaya dan olahraga.

Selanjutnya poin kelima, perlu adanya antisipasi dan solusi terhadap beragam tantangan yang terjadi di masa kini dan masa depan. 

Baca Juga: Informasi Terbaru Pemberian Tambahan 100 Persen 1 Bulan TPG untuk Guru, Pasca-Lebaran Sudah Ada Daerah yang Cair?

"Langkah antisipatif ini diperlukan untuk menghadapi tantangan yang rumit, contohnya ketidakstabilan harga komoditas pertanian, peternakan, perikanan, kesulitan pupuk, pelambatan ekonomi maupun tingkat pengangguran yang tinggi," ujarnya

Sementara, poin keenam, calon bupati harus berjiwa visioner dan situasional. Pemimpin visioner itu jelas akan memberi arah tujuan kedepan. 

Sedangkan kepemimpin situasional berjiwa demokratis, bekersama dengan seluruh stake holder dan unsur -unsur masyarakat, sehingga dalam pembangunan dpt dilaksanakan kebersamaan dan dapat mengasilkan solusi-solusi atas masalah yang terjadi.

Baca Juga: Pengacara Alvin Lim Laporkan Penyidik Dirtipideksus Mabes Polri

Tak hanya itu, berikutnya poin ketujuh, calon pemimpin harus memiliki rekam jejak yang bagus. Di antaranya yang harus dikuliti itu terkait identitas pribadinya, kredibilitas, latar belakang pendidikan, pengalaman, dan prestasi.

"Kedelapanncalon pemimpim harus memiliki komitmen moral yang kuat, karena kepala daerah adalah figur yang menjadi suri taladan masyarakat Majalengka.

Kesembilan dan ini menjadi poin kunci dalam membangun Majalengka yaitu harus bertekad untuk meningkatkan kepatuhan hukum, bebas dari praktek KKN yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.