POJOKSATU.id - Tes Kemampuan Akademik (TKA) Teknik Perawatan Gedung dirancang untuk mengukur kemampuan murid dalam memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengambil keputusan terkait pekerjaan perawatan serta perbaikan bangunan gedung.

Materi TKA pada program keahlian Teknik Perawatan Gedung tidak hanya berkaitan dengan teori konstruksi, tetapi juga mencakup proses bisnis dunia kerja, kecakapan kerja dasar, Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Hidup (K3LH), budaya kerja, statika bangunan, bahan bangunan dan gambar teknik.

Kemampuan yang diuji terbagi dalam tiga level kognitif. Pada level Pengetahuan dan Pemahaman, murid dituntut memahami proses bisnis, SOP, job profile, jenis bahan bangunan serta prinsip dasar gambar teknik.

Baca Juga: Rangkuman Materi Biologi Kelas 12 Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2 Lengkap, Disertai Konsep dan Contohnya

Pada level Aplikasi, murid harus mampu menerapkan kecakapan kerja dasar dan K3LH, menggunakan peralatan kerja, menerapkan konsep statika secara kualitatif, memilih bahan sesuai kebutuhan serta membaca gambar teknik.

Sementara itu, level Penalaran menuntut murid membandingkan dan mengevaluasi berbagai kondisi pekerjaan untuk menentukan tindakan yang aman, tepat dan efisien.

Berikut contoh soal TKA Teknik Perawatan Gedung yang dapat digunakan sebagai bahan latihan.

Soal Nomor 1

Kompetensi: Memahami proses bisnis, SOP dan job profile bidang perawatan gedung

Sub Kompetensi: Proses bisnis

Bentuk Soal: Pilihan Ganda (PG)

Seorang teknisi perawatan gedung menerima laporan adanya beberapa kerusakan pada fasilitas gedung, seperti kebocoran atap, retak dinding, dan kerusakan instalasi listrik ringan.

Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan awal yang paling tepat dilakukan sebelum pekerjaan perawatan dimulai adalah ....

Baca Juga: Rangkuman Materi Kimia Kelas 12 Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2 Lengkap, Disertai Rumus dan Contohnya

A. Melakukan pembayaran jasa kepada pihak terkait.

B. Mengidentifikasi dan menganalisis kondisi serta jenis kerusakan bangunan.

C. Mengganti seluruh komponen bangunan yang mengalami kerusakan.

D. Menyiapkan alat dan bahan pekerjaan yang akan digunakan.

E. Membersihkan area kerja sebelum melakukan pemeriksaan awal.

Kunci Jawaban: B

Pembahasan

Sebelum menentukan metode perbaikan, teknisi harus mengetahui terlebih dahulu kondisi aktual bangunan. 

Identifikasi dan analisis kerusakan diperlukan untuk menentukan jenis kerusakan, tingkat keparahan, penyebab serta tindakan perawatan yang sesuai.

Menyiapkan alat dan bahan memang merupakan bagian dari pekerjaan, tetapi dilakukan setelah kondisi kerusakan diketahui. 

Demikian pula penggantian komponen tidak boleh dilakukan sebelum ada pemeriksaan yang memastikan komponen tersebut memang harus diganti.

Jadi, langkah awal yang paling tepat adalah mengidentifikasi dan menganalisis kondisi serta jenis kerusakan bangunan.

Baca Juga: Rangkuman Materi Fisika Kelas 12 Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2 Lengkap, Disertai Rumus dan Contohnya

Soal Nomor 2

Kompetensi: Memahami proses bisnis, SOP dan job profile bidang perawatan gedung

Sub Kompetensi: Proses bisnis

Bentuk Soal: Pilihan Ganda Kompleks (PGK) MCMA

Sekelompok tim teknisi perawatan gedung menangani berbagai pekerjaan rutin dan darurat. 

Dalam beberapa kasus sebelumnya, ditemukan perbedaan cara kerja antar teknisi yang menyebabkan hasil pekerjaan tidak konsisten dan berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, manajemen gedung memutuskan untuk menyusun dan menerapkan SOP atau Standard Operating Procedure secara lebih sistematis.

Berdasarkan kasus tersebut, manakah pernyataan berikut yang merupakan alasan utama pentingnya penyusunan SOP dalam proses bisnis teknik perawatan gedung?

Baca Juga: Soal TKA SMK 2026 Pusmendik, Produk-Projek Kreatif dan Kewirausahaan, Lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasan

Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.

A. Menjamin konsistensi kualitas pekerjaan dan keselamatan kerja teknisi.

B. Memastikan cara kerja teknisi sesuai prosedur yang ditetapkan.

C. Memastikan setiap pekerjaan dilakukan tanpa perlu pengawasan.

D. Menjadi acuan standar dalam pelaksanaan dan evaluasi pekerjaan perawatan.

E. Berfungsi sebagai dokumen administratif untuk kepentingan laporan.

Kunci Jawaban: A, B, D

Pembahasan

SOP berfungsi sebagai pedoman agar pekerjaan dilakukan dengan cara yang telah ditetapkan dan memenuhi standar yang berlaku.

Pernyataan A benar karena SOP dapat membantu menjaga konsistensi kualitas sekaligus mengurangi risiko keselamatan akibat prosedur kerja yang tidak tepat.

Pernyataan B benar karena SOP menjadi acuan teknisi dalam menjalankan setiap tahapan pekerjaan.

Pernyataan D juga benar karena SOP dapat digunakan sebagai standar untuk mengevaluasi apakah pekerjaan telah dilakukan sesuai prosedur.

Sementara itu, SOP tidak berarti pekerjaan dapat dilakukan tanpa pengawasan. Pengawasan tetap diperlukan, terutama pada pekerjaan yang memiliki risiko keselamatan tinggi. SOP juga bukan sekadar dokumen administratif untuk laporan.

Baca Juga: Keluarga Sutrimo Dikasih Uang Rp20 Juta dari Pengantar Jenazah dari Jakarta, Ponsel Masih Hilang

Soal Nomor 3

Kompetensi: Menerapkan kecakapan kerja dasar, K3LH, dan menilai kesesuaian prosedur kerja dalam menerapkan aktivitas perawatan gedung

Sub Kompetensi: Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3LH)

Bentuk Soal: Pilihan Ganda (PG)

Seorang teknisi bertugas mengganti saklar lampu yang rusak di area koridor gedung. 

Setelah mematikan aliran listrik pada MCB, urutan penggunaan peralatan yang paling tepat untuk menyelesaikan tugas tersebut adalah ....

A. Menggunakan palu untuk membuka penutup saklar dan tang kombinasi untuk memotong kabel.

B. Menggunakan obeng tespen untuk memastikan tidak ada arus, lalu obeng plus/minus untuk melepas sekrup saklar.

C. Menggunakan obeng plus untuk membuka tutup saklar dan isolasi hitam untuk membungkus seluruh bagian saklar.

D. Menggunakan bor listrik untuk melubangi tembok baru dan tang potong untuk menyambung kabel tanpa isolasi.

E. Menggunakan obeng plus untuk membuka sekrup pada tutup saklar, dan tang kombinasi untuk memotong kabel.

Kunci Jawaban: B

Baca Juga: Belajar Dari Kasus Timah, Pakar Ini Minta Pengadilan Berbenah dan Konsisten Soal Kerugian Negara

Pembahasan

Pekerjaan pada instalasi listrik harus mengutamakan keselamatan. 

Mematikan MCB merupakan langkah awal untuk memutus sumber listrik, tetapi teknisi tetap perlu memastikan bahwa rangkaian benar-benar tidak bertegangan sebelum menyentuh bagian instalasi.

Obeng tespen dapat digunakan sebagai alat pemeriksaan awal untuk memastikan tidak terdapat tegangan pada bagian yang akan dikerjakan. Setelah kondisi aman, obeng yang sesuai digunakan untuk membuka sekrup saklar.

Pilihan D jelas tidak tepat karena menyebut penyambungan kabel tanpa isolasi, yang berpotensi menimbulkan hubungan pendek dan bahaya sengatan listrik.

Baca Juga: Pertamina Buka Suara soal Kebakaran Mobil di SPBU Cilendek Bogor, Dua Dispenser Terdampak

Soal Nomor 4

Kompetensi: Menerapkan kecakapan kerja dasar, K3LH, dan menilai kesesuaian prosedur kerja dalam menerapkan aktivitas perawatan gedung

Sub Kompetensi: Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3LH)

Bentuk Soal: Pilihan Ganda (PG)

Seorang teknisi gedung diminta untuk memperbaiki kebocoran atap pada area void lantai tiga. 

Berdasarkan standar K3LH, perlengkapan keselamatan tambahan apa yang wajib digunakan teknisi tersebut selain helm dan sepatu keselamatan?

A. Masker respirator dan kacamata debu (goggles).

B. Sabuk pengaman seluruh tubuh (full body harness) yang dikaitkan ke titik tambat (anchor).

C. Sarung tangan karet isolasi listrik agar tidak terkena sambaran petir.

D. Jas hujan plastik agar pakaian tidak basah saat mencari sumber kebocoran.

E. Tangga lipat aluminium dengan alas karet yang lebar agar tidak licin.

Kunci Jawaban: B

Baca Juga: Sophia Laforteza Hiatus dari KATSEYE, Agensi Ungkap Alasan dan Kondisinya

Pembahasan

Pekerjaan di area void lantai tiga memiliki risiko jatuh dari ketinggian. 

Karena itu, selain menggunakan helm dan sepatu keselamatan, teknisi harus menggunakan sistem pelindung jatuh yang sesuai, salah satunya full body harness yang terhubung ke titik tambat (anchor) yang sesuai.

Pemilihan APD harus disesuaikan dengan bahaya utama yang dihadapi. Dalam kasus ini, risiko terbesar adalah jatuh dari ketinggian, bukan paparan debu atau air hujan.

Karena itu, jawaban yang paling tepat adalah B.

Baca Juga: Tangis Warga Pecah di Sumbersewu, Gus Fawait Buktikan Homecare Jember Tak Sekadar Urusan Medis

Soal Nomor 5

Kompetensi: Memahami dan membandingkan prinsip K3LH dan budaya kerja

Sub Kompetensi: Budaya Kerja

Bentuk Soal: Pilihan Ganda (PG)

Seorang konsultan manajemen mengevaluasi dua perusahaan dengan karakteristik berbeda. 

Perusahaan pertama adalah industri manufaktur yang telah menerapkan budaya kerja 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) secara ketat, namun mulai muncul keluhan dari karyawan terkait tekanan kerja akibat disiplin yang terlalu kaku.

Sementara itu, perusahaan kedua adalah startup teknologi yang menerapkan budaya kerja Agile, yang fleksibel dan cepat, namun sering mengalami kendala dalam dokumentasi pekerjaan dan inkonsistensi prosedur.

Konsultan tersebut diminta memberikan rekomendasi berbasis perbandingan yang tepat untuk meningkatkan produktivitas kedua perusahaan tanpa mengabaikan aspek budaya kerja masing-masing.

Berdasarkan kondisi tersebut, langkah pembandingan dan analisis yang paling tepat adalah ....

A. Menyarankan perusahaan manufaktur untuk mengganti pemberlakuan sistem 5S secara menyeluruh dengan sistem Agile agar tidak meningkatkan stres pada karyawan.

B. Menyarankan perusahaan startup untuk lebih mementingkan kecepatan kerja dibanding keteraturan prosedur.

C. Menyarankan perusahaan manufaktur untuk memodifikasi penerapan Shitsuke (disiplin) dengan pendekatan partisipatif agar standar tetap terjaga tanpa membebani karyawan.

D. Menyarankan perusahaan startup teknologi untuk menerapkan prinsip 5S secara ketat dan masif layaknya perusahaan industri manufaktur demi penyeragaman standar kerja.

E. Menyarankan kepada kedua perusahaan untuk tetap menggunakan budaya kerjanya masing-masing.

Kunci Jawaban: C

Baca Juga: Pelaku Nirempati BPJS Dinonaktifkan 3 Bulan, Ini Daftar Kasus Serupa dan Sanksi yang Mengintai Nakes

Pembahasan

Budaya kerja perlu diterapkan sesuai karakteristik organisasi dan tidak selalu dapat dipindahkan secara mentah dari satu jenis perusahaan ke perusahaan lainnya.

Pada perusahaan manufaktur, prinsip Shitsuke menekankan kedisiplinan dalam menjaga standar yang telah ditetapkan. 

Namun, jika penerapannya terlalu kaku hingga menimbulkan tekanan kerja, pendekatan tersebut dapat dievaluasi dan dikembangkan menjadi lebih partisipatif.

Pendekatan partisipatif memungkinkan pekerja terlibat dalam menjaga standar sehingga disiplin tidak hanya dipahami sebagai kewajiban, tetapi menjadi bagian dari budaya kerja bersama.

Karena itu, pilihan C merupakan rekomendasi yang paling tepat berdasarkan kasus tersebut.

Baca Juga: Polda Metro akan Periksa Dokter RS Muhammadiyah yang Tangani Jasad Sutrimo Penjaga Rumah Febrie

Soal Nomor 6

Kompetensi: Memahami dan membandingkan prinsip K3LH dan budaya kerja

Sub Kompetensi: Budaya Kerja

Bentuk Soal: Pilihan Ganda Kompleks (PGK) Kategori

Pada proyek perawatan gedung, tim teknisi telah menerapkan budaya kerja 5S. Area kerja terlihat rapi dan bersih, namun masih ditemukan pekerja yang tidak menggunakan APD serta mengabaikan batas beban kerja. 

Hal ini menunjukkan bahwa penerapan budaya kerja belum sepenuhnya adaptif terhadap aspek keselamatan kerja.

Berdasarkan kondisi tersebut, tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berikut!

Pernyataan A

Kegagalan penerapan 5S menunjukkan bahwa unsur Shitsuke (disiplin) belum terbentuk sepenuhnya mencakup kepatuhan terhadap keselamatan kerja.

Benar / Salah

Pernyataan B

Penerapan Seiri, Seiton, dan Seiso yang baik sudah cukup menjamin lingkungan kerja aman tanpa perlu memperhatikan prosedur keselamatan tambahan.

Benar / Salah

Pernyataan C

Budaya kerja 5S yang adaptif seharusnya mengintegrasikan aspek keselamatan kerja ke dalam kebiasaan disiplin (Shitsuke).

Benar / Salah

Kunci Jawaban:

A. Benar
B. Salah
C. Benar

Baca Juga: Dosen Baru Bisa Digaji di Bawah UMP Selama Belum Sertifikasi? Ini yang Sedang Diuji di MK

Pembahasan

Penerapan 5S tidak hanya berkaitan dengan kerapian tempat kerja. Prinsip tersebut juga harus menjadi kebiasaan yang dijalankan secara konsisten.

Pernyataan A benar karena Shitsuke berkaitan dengan pembentukan disiplin untuk menjalankan standar yang telah ditetapkan. 

Jika pekerja masih mengabaikan APD dan batas beban kerja, aspek disiplin dalam penerapan budaya kerja belum berjalan secara optimal.

Pernyataan B salah. Area kerja yang rapi dan bersih memang dapat mengurangi sebagian risiko, tetapi belum cukup untuk menjamin keselamatan. 

Penggunaan APD, prosedur kerja aman, pengendalian risiko dan kepatuhan terhadap ketentuan K3 tetap diperlukan.

Pernyataan C benar karena budaya kerja yang baik seharusnya tidak memisahkan produktivitas, keteraturan dan keselamatan. 

Kepatuhan terhadap prosedur keselamatan harus menjadi bagian dari kebiasaan kerja sehari-hari.

Baca Juga: Resep Bubur Nasi Sayur Sederhana, Gurih, Sehat, dan Cocok untuk Menu Sarapan Keluarga

Materi Penting TKA Teknik Perawatan Gedung

Dari keenam soal tersebut, terdapat beberapa materi yang perlu menjadi perhatian siswa ketika mempersiapkan TKA Teknik Perawatan Gedung.

1. Proses bisnis perawatan gedung

Siswa perlu memahami tahapan pekerjaan mulai dari menerima laporan kerusakan, melakukan pemeriksaan dan identifikasi, menentukan tindakan perawatan, menyiapkan pekerjaan, melaksanakan perbaikan hingga melakukan evaluasi.

2. SOP dan job profile

SOP menjadi pedoman agar pekerjaan dilakukan secara konsisten, aman dan sesuai standar. Siswa juga perlu memahami tugas serta tanggung jawab berbagai posisi dalam bidang perawatan gedung.

3. K3LH

K3LH merupakan bagian penting dalam pekerjaan perawatan gedung. Pemilihan APD dan penerapan prosedur keselamatan harus disesuaikan dengan potensi bahaya pada setiap pekerjaan.

Baca Juga: PKKMB 2026 Ubah Wajah Ospek, Begini Materi Mahasiswa Baru dan Perubahan dari Tradisi Perploncoan

4. Budaya kerja

Budaya kerja seperti 5S membantu menciptakan lingkungan kerja yang teratur, bersih dan disiplin. 

Namun, penerapannya harus tetap dikaitkan dengan keselamatan, produktivitas dan kondisi nyata di tempat kerja.

5. Pengambilan keputusan

Soal TKA pada level penalaran dapat menghadirkan kasus yang mengharuskan siswa membandingkan beberapa pilihan dan menentukan tindakan yang paling aman, tepat dan efisien.

Dengan demikian, persiapan TKA Teknik Perawatan Gedung tidak cukup hanya dengan menghafalkan istilah. 

Murid perlu memahami hubungan antara teori, prosedur kerja, keselamatan, peralatan dan kondisi nyata yang dapat ditemui di lingkungan kerja. ***